Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Full Party hingga Magic Mushroom yang Kontroversi, Gili Trawangan Tetap Jadi Magnet Wisatawan Pencari Hiburan Malam

Hamdani Wathoni • Selasa, 17 Juni 2025 | 09:42 WIB
PESTA SAMPAI LARUT: Sejumlah wisatawan menikmati pesta di Gili Trawangan yang terkenal dengan party sampai subuh.
PESTA SAMPAI LARUT: Sejumlah wisatawan menikmati pesta di Gili Trawangan yang terkenal dengan party sampai subuh.

LombokPost - Gili Trawangan tak hanya menawarkan keindahan alam, tapi juga denyut malam yang menggoda. Gili Trawangan, pulau kecil di barat laut Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), bukan hanya surga bagi pencinta pantai dan penyelam.

Lebih dari itu, pulau ini kini menjadi magnet wisata malam, dari pesta pantai alias full party hingga konsumsi magic mushroom yang memicu kontroversi.

Pesta Bergilir, Musik Mengalun hingga Subuh

Setiap malam, deretan beach bar dan kafe di Gili Trawangan silih berganti menjadi tuan rumah pesta malam. Musik EDM, reggae, hingga deep house mengalun sejak siang pukul 12.00 WITA dan baru berhenti saat matahari hampir terbit, sekitar pukul 03.00 dini hari.

“Saya sebulan sekali datang party ke sini. Bisa menghilangkan stres,” ujar Budi Agung, wisatawan asal Mataram, Sabtu (15/6).

Bagi banyak pelancong, full party di Gili Trawangan bukan sekadar hiburan, tapi menjadi bagian dari gaya hidup saat berlibur di destinasi tropis ini.

Magic Mushroom, Daya Tarik Tersembunyi yang Kontroversial

Selain pesta, salah satu daya tarik tersembunyi namun banyak diburu wisatawan adalah magic mushroom. Jamur ini dikenal memiliki efek halusinasi karena kandungan psilosibin dan psilocin di dalamnya. Meskipun dilarang secara hukum karena termasuk golongan narkotika, peredarannya masih ditemukan secara diam-diam.

“Magic mushroom ini memang masuk kategori narkotika. Dia masuk halusinogen golongan 1 tegas Kabid Berantas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB Kombespol Gede Suyasa.

Meski dilarang, permintaan terhadap magic mushroom tetap tinggi, terutama dari wisatawan asing. Salah satunya adalah SA, turis asal Turki yang mengaku pernah mencobanya.

“Saya dengar dari teman yang pernah liburan ke Gili Trawangan. Di sini ada magic mushroom itu. Saya sempat mencobanya dan membuat saya merasa terbang,” akuhya kepada Lombok Post.

Magic mushroom biasanya dikonsumsi dengan beberapa cara. Bisa dinikmati langsung atau diolah menjadi jus. Dengan kontroversinya, aparat penegak hukum akhirnya kucing-kucingan dengan warga lokal yang menjadi pengedar magic mushroom.

Dunia Malam, Wajah Lain Gili Trawangan yang Makin Diminati

Bagi sebagian wisatawan, Gili Trawangan bukan hanya pulau eksotis dengan laut biru dan pasir putih. Pulau ini juga dikenal sebagai destinasi bagi pencari hiburan malam dan sensasi berbeda dari tempat-tempat wisata lainnya.

Mulai dari pesta musik, api unggun di pantai, hingga pengalaman eksperimental dengan zat-zat terlarang, semua menjadi bagian dari cerita tak resmi yang kerap dibawa pulang para wisatawan.

Meski demikian, pemerintah daerah dan aparat keamanan diingatkan untuk tetap menjaga keseimbangan antara pariwisata dan keamanan. Tanpa regulasi yang ketat, Gili Trawangan bisa kehilangan citra sebagai destinasi ramah wisatawan yang aman dan berkelanjutan.

Editor : Jelo Sangaji
#party #Gili Trawangan #wisata #magic mushroom #Pulau Lombok