Setelah menggelar rapat koordinasi yang digelar secara virtual pada Senin (23/6) sampai hari ini, Gubernur NTB terus berupaya melakukan percepatan evakuasi terhadap korban.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB Yusron Hadi Selasa (24/6) pagi ini menginformasikan kemungkinan korban bisa dievakuasi hari ini.
"Semoga tim SAR dan regu penyelamat gabungan pada hari ini dapat segera mengevakuasi korban yg jatuh saat pendakian Gunung Rinjani Sabtu pagi kemarin," ucap Yusron Hadi ketika dihubungi LombokPost.com Selasa (24/6) pagi.
Yusron Hadi menyebutkan, kondisi cuaca yang cepat berubah menjadi kendala evakuasi. Segala upaya tengah di lakukan termasuk melihat kemungkinan menggunakan helikopter untuk mengevakuasi korban dari titik lokasi jatuh sekitar 500 M.
"Hari ini regu penyelamat akan melanjutkan tugasnya dan mudahan segera dilakukan evakuasi," harap Yusron Hadi.
Namun tetap saja, Tim SAR akan melihat kondisi cuaca yang terjadi hari ini.
"Soal kondisi korban belum dapat dipastikan karena cuaca kabut tebal dan sebagainya yang mengganggu upaya evakuasi kerap muncul begitu cepat. Tapi yang pasti segala daya upaya akan dilakukan, kita doa kan semoga korban bisa di selamatkan," tambah Yusron Hadi.
Berikut tahapan upaya penyelamatan Senin (23/6) berdasarkan info dari TNGR NTB :
1. Pukul 06.00 Wita, tim gabungan mulai melakukan pelacakan lokasi korban menggunakan drone mengingat kondisi cuaca yang setiap saat selalu berubah-ubah, untuk cuaca pagi ini terpantau cerah.
2. Sekitar pukul 06.30 Wita, korban ditemukan terpantau melalui drone dalam posisi tersangkut di tebing batu dan secara visual dalam keadaan tidak bergerak.
3. Upaya Tim Gabungan saat ini melakukan droping tali dan perlatan lainnya menuju cemara nunggal. Korban terpantau berada pada kedalaman 500 meter.
4. Pukul 10.06 Wita, tim rescuer 1 turun dari punggungan dengan 8 orang personil terdiri dari 3 orang anggota Basarnas, 4 orang anggota SAR Unit Lotim dan 1 orang anggota Brimob.
5. Menurunkan kembali 2 orang untuk memeriksa lokasi pemasangan anchor ke 2 pada kedalaman 350 meter, namun setelah dilakukan pengamatan ternyata dilokasi tebing 1 tidak bisa membuat achor karena ada 2 overhang sebelum bisa menjangkau korban. Tim rescue harus melakukan climbing untuk bisa menjangkau lokasi korban.
6. Karena cuaca yang berubah sangat cepat, berkabut tebal dan pandangan terbatas, demi keselamatan tim gabungan menarik tim rescue yang di bawah kembali naik keposisi awal.
7. Pukul 14.30 Wita, melakukan rapat evaluasi oleh Gubernur NTB, Wakil Gubernur NTB, Asisten II dan Kepala BPBD Prop NTB melalui zoom meeting, dari rapat tersebut Bapak Gubernur mendorong untuk proses evakuasi dilakukan secepatnya dengan mempergunakan helicopter mengingat “Golden Time” seseorang untuk bertahan di alam terbuka 72 jam.
8. Kepala Kantor Basarnas Mataram secara teknis menjelaskan proses evakuasi mempergunakan helicopter dimungkinkan namun harus dipastikan spesifikasi helicopter paling tidak memiliki Hois untuk air lifting dan cuaca yang sangat cepat berubah juga mempengaruhi bisa tidaknya proses evakuasi mempergunakan helicopter.
Editor : Siti Aeny Maryam