Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Distanbun NTB Klaim Bantuan Sarana Pengolahan Hortikultura Dimanfaatkan Maksimal

Yuyun Kutari • Kamis, 26 Juni 2025 | 09:38 WIB
PENGUATAN UMKM: Kepala Bidang Hortikultura Distanbun NTB Mahjulan (tengah) melihat proses produksi olahan pangan di KWT Anggrek, Loteng, Rabu (25/6).
PENGUATAN UMKM: Kepala Bidang Hortikultura Distanbun NTB Mahjulan (tengah) melihat proses produksi olahan pangan di KWT Anggrek, Loteng, Rabu (25/6).

Lombok Post -Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap pemanfaatan bantuan sarana dan prasarana pengolahan hortikultura. Sasarannya kali ini, Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek, di Pringgarata, Lombok Tengah (Loteng).

“Kami memiliki tugas untuk melakukan pembinaan, pemantauan, pengendalian, evaluasi, dan koordinasi dalam bidang buah dan florikultura, sayuran, dan tanaman obat. Serta pengolahan dan pemasaran hasil hortikultura,” terang Kepala Bidang Hortikultura Distanbun NTB Mahjulan, Rabu (25/6).

KWT Anggrek merupakan pelaku usaha mikro yang telah berkembang memproduksi aneka camilan berbahan dasar hortikultura, dengan merek dagang Legendaris. Produk andalannya antara lain keripik tape dan jamur tiram, serta berbagai olahan hasil kebun lainnya yang mengikuti musim panen.

Produk-produk ini telah dikenal sebagai oleh-oleh khas Lombok yang digemari karena cita rasanya yang khas, gurih, dan otentik. Dari monitoring dan evaluasi tersebut, Distanbun NTB ingin memastikan bantuan yang telah disalurkan pemerintah, benar-benar dimanfaatkan secara optimal.

Kemudian, bantuan digunakan untuk membangun atau memperkuat rumah produksi atau sentra olahan yang dikelola secara kolektif oleh UMKM. Sekaligus mendorong peningkatan kualitas produksi dan daya saing produk hortikultura lokal. “Kami ingin melihat secara langsung sejauh mana dukungan pemerintah telah membantu UMKM seperti KWT Anggrek untuk berkembang dan mandiri,” jelas mantan sekretaris Bappeda NTB ini.

Distanbun berharap kelompok ini bisa terus berinovasi dan menjadi contoh dalam penguatan ekonomi keluarga. Serta ketahanan pangan berbasis masyarakat.

Kegiatan ekonomi berbasis pangan seperti pengolahan hasil pertanian juga bisa menjadi sumber pendapatan. Distanbun NTB terus berkomitmen mendukung pelaku usaha lokal melalui berbagai program pemberdayaan, dengan harapan agar potensi hortikultura daerah dapat diolah menjadi produk unggulan yang bernilai tambah tinggi.

“Mari kita dukung produk lokal, cintai hasil bumi sendiri, dan bersama-sama wujudkan ketahanan pangan yang tangguh dari desa,” tandasnya.

Kepala Distanbun NTB Muhammad Taufiek menegaskan, pemanfaatan bantuan sarana dan prasarana pengolahan hortikultura sangat strategis. Terutama dalam mengatasi tantangan petani hortikultura dan meningkatkan nilai tambah produk lokal yang dikelola. (yun/r6)

Editor : Jelo Sangaji
#UMKM #produk #Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB #hortikultura