Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

KSB Targetkan Realisasi Investasi Rp46 Triliun di 2025, Dominasi Sektor Pertambangan dan Pariwisata

Fratama P. • Senin, 30 Juni 2025 | 20:22 WIB
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPSP) KSB, Kamaluddin
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPSP) KSB, Kamaluddin

LombokPost - Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah menerima target realisasi investasi yang signifikan dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM untuk tahun 2025, mencapai angka Rp46 triliun. 

Target ambisius ini menandai peningkatan sebesar Rp13 triliun dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan kepercayaan pemerintah pusat terhadap potensi investasi di KSB.

Angka ini menempatkan KSB pada posisi terdepan di Provinsi NTB dalam menerima investasi.

“Tahun ini naik tiga kali lipat lebih," ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPSP) KSB, Kamaluddin.

Secara proporsional, KSB memperoleh porsi terbesar dari total target investasi Provinsi NTB yang sebesar Rp63 triliun di tahun 2025. 

"Rp46 triliun dari Rp63 triliun itu sekitar 73,02 persen, artinya setengah lebih dari target provinsi ada pada kita," jelas Kamaluddin, menyoroti dominasi kontribusi KSB terhadap capaian investasi provinsi.

Besaran target investasi yang diamanatkan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM ini didasarkan pada keberhasilan KSB di tahun-tahun sebelumnya serta potensi ekonomi yang dimiliki daerah tersebut. 

Kamaluddin menambahkan bahwa KSB secara konsisten berhasil melampaui target investasi yang diberikan setiap tahunnya.

Penyumbang terbesar investasi di KSB masih berasal dari sektor pertambangan. 

"Kita masih ada tambang yang sedang beroperasi," ujarnya, menggarisbawahi peran vital industri ini dalam menarik investasi.

Selain pertambangan, sektor ekonomi daerah yang kini semakin menarik minat investor adalah kegiatan pariwisata dan sektor pendukungnya. 

Dalam beberapa tahun terakhir, kedua sektor ini semakin dilirik oleh investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. 

Kamaluddin mengungkapkan bahwa investasi di sektor pariwisata, beserta kegiatan pendukungnya, saat ini sudah mencapai 1.333 kegiatan. 

Menariknya, dari jumlah tersebut, sebanyak 148 di antaranya merupakan Penanaman Modal Asing (PMA).

Data ini menunjukkan diversifikasi investasi di KSB, yang tidak hanya bergantung pada sektor pertambangan, tetapi juga mulai mengembangkan potensi pariwisata sebagai daya tarik ekonomi baru. 

Hal ini diharapkan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di masa depan.***

Editor : Fratama P.
#KSB #investasi