Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pendaki Gunung Semeru Wajib Gunakan Gelang Pelacak RFID, Gunung Rinjani Kapan?

Akbar Sirinawa • Sabtu, 5 Juli 2025 | 06:47 WIB
PENUH TANTANGAN: Para pendaki berjuang menaklukkan Gunung Rinjani, beberapa waktu lalu.
PENUH TANTANGAN: Para pendaki berjuang menaklukkan Gunung Rinjani, beberapa waktu lalu.

 

LombokPost-Pendaki Gunung Semeru kini dibekali kartu atau gelang pelacak RFID. Kebijakan ini dikeluarkan Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) untuk keamanan pendakian.

Dalam informasi resmi yang dikeluarkan Balai TNBTS, dengan kartu atau gelang pelacak RFID, posisi pendaki dapat diketahui langsung oleh petugas. Sehingga bisa lebih mudah dilacak.

Mendaki di kawasan Gunung Semeru, meski kerap dianggap ramah bagi para pendaki, namun tetap menyimpan risiko, dari terjatuh, tersesat, hingga hilang.

Tak jarang, proses evakuasi membutuhkan waktu cukup lama. Disebabkan sulitnya melacak posisi pendaki. Situasi ini membuat keluarga dan tim evakuasi harap-harap cemas, karena harus berkejaran dengan waktu.

Sehingga dengan adanya kartu atau gelang RFID, memungkinkan tim evakuasi melakukan pelacakan posisi secara real time. Teknologi ini membuat penanganan darurat bisa lebih cepat dan tepat sasaran.

Cara Kerja Gelang RFID

Gelang RFID berfungsi mencatat keberadaan pendaki di titik-titik tertentu, seperti pos registrasi, pos pendakian, atau area perkemahan.

Saat pendaki melewati pos yang dilengkapi alat pembaca (reader), data dari chip dalam gelang akan otomatis terbaca. Petugas pun dapat mengetahui lokasi terakhir pendaki secara real time.

Teknologi RFID bekerja dengan memanfaatkan gelombang radio. Gelang berisi chip dan antena kecil yang disebut tag. Ketika berada dalam jangkauan reader, tag akan teraktivasi dan mengirimkan data, seperti nomor identitas pendaki.

Data ini langsung tercatat dalam sistem, membantu pengawasan jalur dan memastikan setiap pendaki terpantau selama perjalanan.

Ada dua jenis RFID, yakni pasif dan aktif. Gelang pendaki umumnya menggunakan jenis pasif, tanpa baterai, dan hanya aktif saat berada dekat dengan reader. Jarak pembacaannya berkisar antara beberapa sentimeter hingga beberapa meter, tergantung kekuatan sinyal.

Baca Juga: Surga Tersembunyi di Lombok Timur, Ini Daya Tarik Teluk Ekas

Kapan Digunakan untuk Pendakian di Gunung Rinjani?

Contoh gelang pelacak RFID. (Foto: IG Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru)
Contoh gelang pelacak RFID. (Foto: IG Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru)

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan pentingnya penerapan prinsip keselamatan dalam aktivitas pendakian.

Menurutnya, konsep safety first perlu didefinisikan secara lebih konkret dengan melibatkan pihak-pihak yang langsung terlibat di lapangan, seperti pemandu, porter, dan petugas di jalur pendakian.

“Penting bagi kita untuk mendefinisikan safety first ini seperti apa measurement-nya. Ini dapat diperoleh dengan prinsip teori partisipatif melibatkan orang-orang yang memang berada di lapangan,” kata Raja Juli Antoni dalam keterangan tertulis, Rabu malam (3/7).

Ia juga mengusulkan adanya prasyarat pendakian yang disesuaikan dengan tingkat kesulitan setiap gunung.

Hal ini dinilai penting karena karakteristik gunung di Indonesia sangat beragam, baik dari sisi kondisi alam maupun tantangan medan yang dihadapi pendaki.

Salah satu langkah yang sedang dipertimbangkan yakni penerapan gelang RFID (Radio Frequency Identification) sebagai alat pelacak.

Teknologi ini dinilai efektif untuk mendukung keamanan dan pengawasan aktivitas pendakian.

Menhut secara khusus meminta agar penggunaan gelang RFID segera diterapkan di Gunung Rinjani. Ia merujuk pada keberhasilan sistem serupa yang telah dijalankan di Gunung Merbabu. Di sana, gelang RFID mulai diuji coba sejak 2018 dan kini telah digunakan resmi oleh Balai Taman Nasional Gunung Merbabu.

Gelang pintar ini sangat membantu dalam memantau pergerakan pendaki, baik saat masuk maupun keluar jalur pendakian.

Sistem tersebut mempermudah pencatatan serta meningkatkan respons petugas jika terjadi kondisi darurat.

Meski Menhut telah mengeluarkan isyarat penggunaan RFID untuk pendakian Gunung Rinjani, hingga Sabtu (5/7), belum ada kepastian dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani terhadap penerapan kebijakan tersebut.

 

Editor : Akbar Sirinawa
#pendaki #Gunung Rinjani #gelang pelacak RFID #gunung semeru