Lombok Post – NTB menjadi salah satu tujuan program Misi Dagang Pemprov Jawa Timur (Jatim). Ini merupakan kesempatan bagi kedua provinsi untuk menciptakan kerja sama perdagangan yang lebih luas dan menggeliatkan sektor investasi.
“Ini bukan hanya misi dagang, tetapi juga investasi,” terang Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dalam acara silaturrahmi dengan jajaran Pemprov NTB dan masyarakat NTB asal Jatim dalam rangka penguatan pasar antar daerah, di Mataram, Selasa malam (8/7).
Gubernur Khofifah menjelaskan, di setiap misi dagang yang dilakukan ke provinsi di luar Jawa Timur akan selalu diiringi dengan forum silaturahmi. Hal ini diyakininya sebagai pendekatan yang efektif untuk bisa memaksimalkan peran masyarakat Jatim dalam upaya penguatan ekonomi.
Dalam Misi Dagang ini, Khofifah menyampaikan pihaknya turut serta membawa sejumlah kepala OPD lingkup Pemprov Jatim, Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jatim, 80 pengusaha, dan calon investor.
Diantaranya, Komisaris Utama PT Petrogas Jatim Utama, pimpinan asosiasi pengusaha se Jatim, IWAPI, REI, Kadin, dan APINDO Jatim serta yang lainnya. “Ini untuk menguatkan komunikasi, koneksi dan jejaring untuk kedepannya,” jelas Gubernur.
Ia menceritakan, hubungan baik antara Jatim dan NTB sudah berlangsung lama. Terbukti dengan hadirnya dua konektivitas transportasi laut, dari Lembar menuju Ketapang dan Lembar menuju Jangkar. “Ini artinya koneksi antara Provinsi NTB dan Jatim semakin kuat, makin mudah dan makin murah,” kata dia.
Dengan jalur pelayaran yang terhubung baik, ini membuka peluang pasar baru bagi produk dan mempermudah akses barang yang dibutuhkan antar kedua provinsi.
Selain itu, hubungan Jatim dan NTB semakin erat, ditandai dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) telah secara efektif menerima SK OJK sebagai pemegang saham pengendali (PSP) PT Bank NTB Syariah. Ini berarti Bank Jatim dan Bank NTB Syariah telah resmi menjalin hubungan Kelompok Usaha Bank (KUB).
“Terima kasih kepada Pemprov NTB yang memutuskan pilihannya menjalin KUB dengan Bank Pembangunan Daerah Jatim, ini membuat kita lebih nyambung lagi,” terang Khofifah.
Mengenai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan geliat investasi, Gubernur Khofifah memberikan semangat bagi kedua provinsi. Tidak dapat dipungkiri, kebijakan tarif impor sebesar 32 persen yang diterapkan Presiden AS Donald Trump, terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan pukulan keras bagi industri Nasional.
Menurutnya, itu tidak menjadi masalah. “Kebijakan Presiden Trump itu tidak apa-apa, itu diurus oleh pusat,” sambungnya.
Terpenting adalah, pemerintah daerah terus membuka ruang dan peluang. Saat ini ekspor Jatim mengalami peningkatan dan pemprov berupaya mempertahankannya. Salah satu upaya tersebut, melalui program Misi Dagang dan investasi.
“Kita harus berpikir positif. Kita harus yakin bahwa banyak jejaring yang cukup luas, dan jejaring yang kita miliki cukup potensial untuk bisa mengembangkan sektor ekonomi yang menjadi tumpuan dan penguat,” tandasnya.
Wagub NTB Hj Indah Dhamayanti Putri mengucapkan selamat datang kepada rombongan Pemprov Jatim. Harapannya, Misi Dagang bisa menguatkan sektor ekonomi dan perdagangan antar daerah.
“Dengan banyaknya kehadiran investor dari Jatim, bisa menanamkan modalnya di NTB dan kedepannya bisa lebih banyak lagi kerja sama antar daerah,” terangnya.
Editor : Siti Aeny Maryam