Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ali Mustafa Buka Suara, Banjir Dukungan Netizen : Lu lebih gentleman dari semua pejabat di negara ini, Ali

Redaksi Lombok Post • Rabu, 9 Juli 2025 | 09:18 WIB

LombokPost -- Ali Mustafa, guide yang memandu pendakian Juliana Marins, turis Brasil yang jatuh di Rinjani akhirnya buka suara.

Ia bicara panjang lebar mengenai bagaimana fakta sebenarnya kronologis pendakian hingga akhirnya Juliana Marins jatuh di  lereng kawah Rinjani.

Hal itu ia sampaikan dalam podcast  kanal Youtub Denny Sumargo di Curhat bang Denny Sumargo yang dipublish Selasa (8/7) petang.

Dalam wawancara sekitar 51 menit tersebut Ali menceritakan kronologis detail bagaimana awal Juliana jatuh ke lereng kawah Rinjani hingga akhirnya berhasil dievakuasi.

Ali juga menjawab secara detail tudingan berbagai pihak yang menuduh dirinya menelantarkan Juliana pada peristiwa tragis yang terjadi Sabtu 21 Juni 2025 pagi.

Nyatanya Ali menjadi orang pertama yang turun menggunakan tali dan berupaya menolong Juliana.

Hanya saja tali yang tersedia tak cukup panjang untuk menjangkau tubuh Juliana yang berada di kedalaman sekitar 200 meter.

“Itu yang pertama kali saya yang turun disana,” ujarnya kepada Denny Sumargo.

Sesaat setelah melapokan musibah tersebut via radio ke perusahaan tempat ia bekerja, Ali  turun mencari Tali ke Shelter di Pelawangan Sembalun yang berjarak sekitar dua jam. Harapannya ia dapat mengevakuasi Juliana yang saat itu masih hidup.

 Namun ia tidak mendapatkan tali di Shelter Pelawangan. Ia kemudian naik lagi ke lokasi jatuhnya Juliana sembari menunggu datangnya bantuan.

Bantuan pertama tiba adalah para Porter yang membawa Tali dari TNGR sekitar pukul 14.00 WITA. Sayangnya  Porter yang dikirim TNGR tak satupun yang berani turun ke tebing.

Karena itulah Ali memberanikan berinisiatif memberanikan diri turun tangan. Meski tak memiliki pengalaman melakukan evakuasi di dalam jurang namun rasa tanggung jawab sebagai pemandu membuat Ali bertaruh nyawa untuk menyelamatkan Juliana.

“Nggak pernah sama sekali (punya pengalaman turun tebing, Red), naik pohon saja saya ngga berani,” ujarnya.

Kabut semakin tebal menghalangi jarak pandang ke posisi Juliana di pinggir jurang. Sementara itu Bantuan dari Tim SAR gabungan akhirnya tiba di lokasi sekitar pukul 19.00 WITA petang.

Karena keterbatasan jarak pandang dan medan yang sulit proses evakuasi baru bisa dilakukan keesokan harinya.

Dukungan Netizen

Keterangan yang disampaikan Ali ini semakin memperjelas bagaimana kronologis sebenarnya jatuhnya Juliana Marins di Rinjani.

Keterangan ini sekaligus membantah tudingan berbagai pihak terutama warga Brasil dan keluarga Juliana Marins yang menuduhnya meninggalkan Juliana tanpa pertolongan apapun.

Keterangan Ali ini sontak membuat ramai Netizen memberi dukungan moril. Hingga 13 jam setelah Video Podcastnya dengan denny Sumargo diunngah ke Youtube, video ini telah ditonton lebih dari 900 ribu klai.

Dari jumlah itu lebih dari 7600 netizen meninggalkan komentar. Sebagian besar memberi dukungan kepada Ali atas kejujuran dan tanggung jawabnya mendampingi Juliana.

“Ali bukan hanya guide, tapi pejuang yang bertaruh nyawa demi tamunya. Di usia 20 tahun, dia sudah lebih dewasa dari banyak orang yang hanya bisa menilai tanpa tahu kenyataan di lapangan. Semangat terus Ali, Indonesia bangga padamu! ????????,” tulis akun @DWV99-scatterhitam.

“Ali masih umur 20 loh tapi mentalnya LUAR BIASA, rata2 kan diumur segitu masih asik nongkrong sama temen2 nya tapi dia memilih untuk bekerja sebagai guide yg mana beban tanggung jawab nya besar banget tetap semangat ali, ini semua bukan sepenuhnya salahmu, kamu HEBAT,” balas akun @sriruswati7508.

Berkat pengakuannya secara terbuka dan sebagian netizen juga mendukung Ali tetap bekerja sebagai pemandu wisata di Rinjani. Hal ini menyusul kabar pihak Balai TNGR memb-Blacklist izin Ali sebagai guide di Rinjani.

 

“Beliau bukan koruptor, kenapa harus dikriminal, di blacklist.. Semoga Allah selalu menjaga Ali,” jawab akun @nitahabibah8206.

 

 “lu lebih gentleman dari semua pejabat di negara ini, Ali. Berbesar hati mengaku salah, tanpa baca teks, gak muter2 nyari alasan,” lanjut akun @0xerve.

Dari ribuan komentar tak sedikit yang mengaku menangis mendengar bagaiman rasa tanggung jawab Ali Mustafa terhadap Juliana.

Lebih dari itu Ali secara terbuka meminta maaf. Tidak hanya kepada keluarga Juliana tapi juga kepada warga Indonesia. Bahkan ia siap dengan apapun kosekuensi hukum yang kelak dijatuhkan.

 

“Salut nangiss dan kasian juga harus nanggung resiko sebesar ini untuk Ali, semangat terus yahhh Ali jangan menyerah harus bangkit dan sllu rendah hati.. Ali anak yg baik keliatan,”  sambung akun @Mihrimahsauzaan.

 

 

 

 

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#rinjani #Ali Mustafa #denny sumargo #Lombok #Juliana Marins