Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

RESMI! Pendakian Gunung Rinjani Ditutup, Berikut Beberapa Alternatif Jalur Pendakian yang Masih Terus Dibuka Untuk Umum

Fratama P. • Kamis, 17 Juli 2025 | 20:20 WIB
Pendakian Gunung Rinjani ditutup
Pendakian Gunung Rinjani ditutup

LombokPost - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) resmi mengumumkan penutupan sementara jalur pendakian Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak.

Penutupan pendakian Gunung Rinjani ini berlaku mulai Rabu, 16 Juli 2025, hingga waktu yang belum ditentukan.

Keputusan ini diambil setelah serangkaian insiden kecelakaan yang melibatkan dua pendaki asing di jalur yang sama dalam waktu berdekatan di Gunung Rinjani.

Pemberitahuan penutupan ini disampaikan oleh BTNGR melalui surat pengumuman Nomor: PG.4/T.39/TU/KSA.04.01/B/07/2025, yang juga diunggah melalui akun Instagram resmi BTNGR, @btn_gn_rinjani, pada Kamis, 17 Juli 2025.

Fokus Penutupan dan Pengecualian Bagi Pemegang Tiket

Penting untuk dicatat bahwa penutupan ini hanya berlaku untuk jalur Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak.

Jalur pendakian lainnya di Gunung Rinjani saat ini masih tetap dibuka untuk umum. Selain penutupan jalur, BTNGR juga menghentikan sementara pemesanan tiket melalui aplikasi eRinjani untuk jalur yang terdampak.

Namun, bagi para pengunjung yang telah memiliki tiket pendakian dengan tanggal yang tertera sebelum pengumuman penutupan, tetap diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan sesuai jadwal.

Hal ini menunjukkan komitmen BTNGR untuk tidak merugikan calon pendaki yang sudah terlanjur melakukan perencanaan dan pembelian tiket.

Kecelakaan Beruntun Memicu Penutupan

Keputusan penutupan jalur ini diambil persis setelah terjadi dua insiden kecelakaan beruntun yang menimpa pendaki asing di jalur Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak.

Insiden pertama terjadi pada Rabu, 16 Juli 2025, yang menimpa seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Swiss berinisial BE (46).

Ia dilaporkan terjatuh di jalur tersebut. Tak berselang lama, pada hari Kamis, 17 Juli 2025, sekitar pukul 13.00 WITA, seorang pendaki asal Denmark bernama Sarah Tamar van Hulten (perempuan) juga mengalami kecelakaan serupa di jalur yang sama.

Beruntungnya, kedua pendaki tersebut sudah berhasil dievakuasi dengan menggunakan helikopter, menandakan respons cepat dari tim penyelamat dan otoritas terkait.

Alasan Resmi Penutupan: Keselamatan dan Pengelolaan Kawasan

Meskipun waktu penutupan sangat berdekatan dengan insiden kecelakaan, BTNGR menyatakan alasan penutupan adalah untuk meningkatkan aktivitas wisata alam dan pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan.

Penutupan jalur pendakian merupakan langkah standar dalam manajemen taman nasional untuk memastikan keamanan pengunjung, terutama setelah adanya kejadian yang mengindikasikan potensi bahaya.

Evaluasi kondisi jalur dan peningkatan langkah-langkah mitigasi risiko kemungkinan akan dilakukan selama periode penutupan ini.

Keputusan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi BTNGR untuk mengkaji ulang standar keselamatan dan memastikan jalur pendakian memenuhi kriteria yang paling aman bagi para petualang yang ingin menikmati keindahan Gunung Rinjani.***

Editor : Fratama P.
#Gunung Rinjani #pendakian