Lombok Post - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB menyiapkan strategi khusus untuk menangani pengelolaan sampah selama pelaksanaan Festival Olahraga Nasional (Fornas) VIII Tahun 2025, digelar di berbagai lokasi di NTB.
Mekanisme pengelolaan ini akan dijalankan secara kolaboratif antara Dinas LHK NTB dengan dinas lingkungan hidup di kabupaten/kota.
“Kami sudah berbagi peran, saya dibantu beberapa staf, kemudian menunjuk kepala dinas dan kepala bidang persampahan masing-masing kabupaten/kota sebagai penanggung jawab di lokasi,” terang Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan Dinas LHK NTB Samsudin.
Selama pelaksanaan Fornas, sebanyak 230 petugas kebersihan akan diterjunkan, tersebar di berbagai lokasi pertandingan. Kota Mataram mendapat alokasi terbanyak dengan sekitar 120 petugas, mengingat banyaknya venue yang berada di wilayah tersebut.
Petugas akan bekerja selama pelaksanaan time games, dengan jumlah khusus untuk acara seremoni, yakni 30 petugas saat pembukaan dan lebih dari 50 orang saat penutupan. Jumlah tersebut termasuk sopir pengangkut sampah dan tenaga kebersihan.
Meski pihaknya belum bisa memperkirakan total volume sampah yang akan dihasilkan, Dinas LHK NTB yakin petugas yang disiagakan mampu mengantisipasi lonjakan sampah.
“Apalagi sebagian besar petugas, terutama dari Kota Mataram, sudah berpengalaman menangani sampah dalam skala acara besar, begitu juga yang di Lombok Tengah,” kata dia.
Dinas LHK NTB juga mengedepankan prinsip pemilahan sampah sejak dari sumber, khususnya di lokasi-lokasi pertandingan. Petugas kebersihan akan dibekali trash bag di masing-masing venue dan fasilitas tempat sampah pun akan disiapkan.
Fokus utama penanganan adalah sampah sisa makanan yang umumnya meningkat usai pertandingan. “Sisa makanan ini nanti akan ditampung dan diolah oleh BSF (Black Soldier Fly), yang penting pemilahan harus dilakukan dari awal dan juga melibatkan peserta,” tambahnya.
Menariknya, dalam penanganan sampah Fornas tahun ini, Dinas LHK NTB tidak melibatkan relawan. Hal ini merujuk pada arahan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, menginginkan penanganan sampah dilakukan secara efisien, memanfaatkan tenaga organik yang sudah terlatih agar tidak memerlukan biaya pelatihan tambahan.
“Kalau melibatkan relawan itu butuh pelatihan dan waktu. Kita manfaatkan yang sudah biasa bekerja di bidang ini,” jelasnya.
Baca Juga: Diskominfotik NTB Gelar Gebyar FORNAS VIII 2025, Ajak Masyarakat Ikut Berperan Aktif Mengsukseskan
Dinas LHK NTB pun mengajak seluruh pihak, termasuk peserta dan masyarakat, untuk ikut bertanggung jawab dan menjaga kebersihan lingkungan selama Fornas berlangsung.
“Sampah adalah tanggung jawab bersama. Mari kita sukseskan Fornas dengan menghadirkan venue yang bersih, asri, dan menyenangkan bagi semua,” pungkasnya.
Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri mengingatkan pentingnya semangat kebersamaan dalam mempersiapkan ajang besar ini. Ia juga berharap FORNAS VIII NTB tahun 2025 bisa menjadi momentum pemulihan pascabencana.
“Di tengah-tengah peristiwa banjir yang dihadapi oleh masyarakat Kota Mataram, mudah-mudahan kegiatan ini juga bisa menambah semangat kemudian memastikan kembali tumbuhnya ekonomi pasca banjir beberapa waktu yang lalu,” harap Wagub.
Editor : Jelo Sangaji