Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mari Berkenalan dengan Si Mayung, Maskot Fornas VIII Tahun 2025

Yuyun Kutari • Senin, 21 Juli 2025 | 18:46 WIB
MERIAH: Maskot Fornas VIII 2025 si Mayung (kanan) bersama Kepala Diskominfotik NTB Yusron Hadi (kiri) di acara Gebyar Fornas VIII 2025, Minggu (20/7).
MERIAH: Maskot Fornas VIII 2025 si Mayung (kanan) bersama Kepala Diskominfotik NTB Yusron Hadi (kiri) di acara Gebyar Fornas VIII 2025, Minggu (20/7).

LombokPost - Keberadaan maskot di dalam event Nasional, dirancang tidak hanya sebagai simbol visual, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menyampaikan pesan.

Suasana Minggu pagi (20/7) di Jalan Udayana, Kota Mataram, terasa berbeda. Masyarakat dari berbagai kalangan, tua-muda, anak-anak hingga komunitas olahraga, tumpah ruah memenuhi jalanan.

Mereka datang dengan semangat dan senyum lebar untuk ikut meramaikan Gebyar Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII 2025. Acara yang digagas oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB ini sukses menyedot perhatian warga.

Mulai dari kegiatan olahraga bareng, penampilan seru dari komunitas, kemudian dipandu dengan gaya santai dan penuh canda tawa, panitia melontarkan berbagai pertanyaan, hingga sosialisasi seputar Fornas VIII yang akan digelar 26 Juli – 1 Agustus nanti, semuanya dikemas menarik dan menghibur.

Namun, bukan cuma itu yang bikin ramai. Salah satu yang paling mencuri perhatia adalah Maskot Fornas VIII Tahun 2025, Si Mayung. Makhluk lucu berbentuk humanoid Rusa Timor ini langsung jadi idola warga. Gayanya yang ramah membuat anak-anak dan orang dewasa berebut ingin berfoto bareng.

Ketua Panitia Penyelenggara Fornas VIII Tahun 2025 Ibnu Riza Pradipto mengungkapkan maskot resmi Fornas VIII NTB adalah Si Mayung, sosok humanoid dari Rusa Timorensis, satwa khas NTB yang ramah dan suka bersosialisasi.

“Si Mayung dipilih sebagai representasi semangat persahabatan dan kebersamaan,” terangnya.

Karakter ini mencerminkan nilai-nilai yang ingin dibawa dalam Fornas VIII NTB, yakni sportivitas, kegembiraan, dan kekeluargaan. Dengan kaus olahraga berkerah warna-warni, kombinasi putih, merah, hijau, kuning, dan oranye, Si Mayung tampil mencolok dan enerjik, mencerminkan semangat keberagaman dan dinamika logo Fornas VIII NTB.

Penampilannya makin khas dengan balutan kain batik tradisional NTB serta sapuk, ikat kepala khas suku Sasak yang menegaskan identitas budaya lokal, membuat penyelenggaraan event olahraga masyarakat adalah ruang inklusif bagi semua kalangan, sekaligus mengangkat kearifan lokal NTB ke panggung Nasional.

Salah seorang warga Kota Mataram Ariyati Astini yang turut berbaur di acara Gebyar Fornas VIII mengatakan, sosok humanoid Rusa Timor bersapuk ini benar-benar jadi magnet perhatian, terutama bagi anak-anak dan keluarga yang datang berolahraga dan bersantai. “Tadi saya lihat banyak yang minta foto,” ujarnya.

Ia mengaku bangga karena maskot Fornas VIII mengangkat satwa lokal NTB, Rusa Timor, yang kini dilindungi. Pemerintah menetapkannya sebagai satwa prioritas daerah, mengingat statusnya yang kini tergolong rentan berdasarkan daftar merah IUCN dan masuk dalam perlindungan Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).

Sehingga menurut Yati, maskot Si Mayung ini bukan sekadar lucu-lucuan, tapi juga bentuk edukasi dan pengenalan budaya lokal lewat cara yang menyenangkan.

“Si Mayung bukan hanya representasi olahraga dan keceriaan, tapi juga pengingat bahwa NTB punya kekayaan hayati dan budaya yang patut dijaga dan dibanggakan,” jelasnya.

Karenanya, penggunaan Rusa Timor sebagai maskot bukan hanya memperkuat branding lokal NTB dalam event nasional, tetapi juga menjadi bentuk edukasi dan ajakan untuk mencintai serta menjaga satwa khas ini agar tetap lestari bagi generasi mendatang.

Editor : Pujo Nugroho
#Fornas VIII NTB #Fornas #olahraga #satwa #NTB