LombokPost - Unggahan media sosial dan pemberitaan daring yang menyoroti produk kosmetik dari PT Wira Beauty Solution (WBS) Nusantara belakangan ini memicu perhatian publik.
Sorotan ini bermula dari laporan resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menemukan salah satu produk WBS mengandung merkuri, zat berbahaya bagi kesehatan.
Kegaduhan semakin memuncak setelah BPOM Mataram melakukan pemusnahan terhadap 1.500 produk WBS Cosmetics Booster Brightening Body Lotion di Lombok Timur.
Publik terus mempertanyakan kasus ini, termasuk dugaan keterlibatan oknum staf khusus Bupati Lombok Timur dan riwayat Dirut WBS yang pernah tersandung kasus serupa pada tahun 2024.
Menanggapi berbagai isu tersebut, Direktur Utama WBS Grup, Ali Nusantara, bersama Owner WBS Cosmetics, Baiq Widia Swandika Rinjani, menggelar konferensi pers di Selong untuk memberikan klarifikasi.
Potongan video klarifikasi ini pun kembali menjadi perbincangan warganet, terutama karena jawaban Ali Nusantara yang mengejutkan saat ditanya mengenai jumlah produk yang mengandung merkuri.
“Untuk produk yang mengandung merkuri itu ada Handbody, Serum dan Night Cream. Tiga jenis,” kata Ali Nusantara kepada wartawan pada Kamis, 7 Agustus 2025.
Pernyataan ini sontak menambah sorotan karena sebelumnya BPOM hanya menyebut satu produk WBS saja.
Ali juga menjelaskan bahwa WBS hanya bertindak sebagai distributor, bukan produsen.
Menurutnya, produk-produk WBS tersebut diproduksi oleh PT Amanah di Makassar, dan kerja sama ini sudah berlangsung sejak tahun 2022.
Meskipun demikian, Ali menegaskan bahwa pihaknya tidak lepas tangan dan telah berkoordinasi intens dengan Balai Besar POM (BBPOM) Mataram.
Ali Nusantara juga mengungkapkan bahwa sebelum temuan merkuri ini mencuat, tidak ada keluhan dari konsumen, bahkan dari Makassar, tempat produk tersebut diproduksi.
Namun, setelah adanya temuan resmi dari BBPOM Mataram, pihaknya tidak menampik kenyataan dan segera mengambil langkah cepat.
“Kami tidak menutup mata dan tidak lari dari masalah. Ini jadi pelajaran besar bagi kami,” pungkasnya.
Secara terpisah, salah satu influencer yang gencar menyuarakan isu produk skincare berbahaya, Diana Arkayanti, melalui akun Facebook-nya memberikan tanggapan.
"Akhirnya kebenaran menunjukkan jalannya. BPOM posnya 1, dia mengakui 3 dan product-nya ini paling banyak korbannya. Night cream glow series dan serum-nya," tulis Diana.
Sampai saat ini, banyak netizen yang masih memberikan komentar pedas dan meminta tanggung jawab dari owner WBS.***
Editor : Fratama P.