Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

RS Mandalika Meriahkan HUT ke-80 RI, Dari Baksos, Apel Bendera, hingga Siaga Medis

Kimda Farida • Selasa, 19 Agustus 2025 | 16:10 WIB
SIAGA: Tenaga medis dan armada ambulans RS Mandalika disiagakan saat upacara penurunan bendera di Kantor Gubernur NTB, Minggu (17/8).
SIAGA: Tenaga medis dan armada ambulans RS Mandalika disiagakan saat upacara penurunan bendera di Kantor Gubernur NTB, Minggu (17/8).

LombokPost--Berbagai cara dilakukan Rumah Sakit Mandalika untuk merayakan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.

Mulai dari turun langsung ke masyarakat lewat bakti sosial, hingga menyiagakan tim medis dalam upacara kenegaraan.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak Kamis (14/8), ketika RS Mandalika ikut serta dalam bakti sosial yang diinisiasi Pemprov NTB di Lingkungan Kekalik Barat, Kelurahan Kekalik Jaya.

Lokasi ini sebelumnya terdampak banjir, sehingga gotong royong difokuskan pada pembersihan gang-gang sempit di kawasan padat penduduk.

Direktur RS Mandalika, dr Oxy Tjahjowahjuni menyebutkan kehadiran pihaknya tidak hanya untuk membantu kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan layanan kesehatan gratis.

“Tim kami membuka pemeriksaan kesehatan umum, bekerja sama dengan RS Mata untuk pemeriksaan mata, serta RSJ Mutiara Sukma untuk layanan kesehatan jiwa. Ini bagian dari tanggung jawab kami memastikan kesehatan masyarakat pascabencana,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama seluruh pimpinan OPD lingkup Pemprov.

Warga, relawan, dan aparatur pemerintah terlihat antusias membersihkan selokan, menyingkirkan lumpur, hingga memperbaiki akses jalan.

Sebagai bentuk kepedulian, Gubernur NTB menyerahkan bantuan paket sembako dan tong sampah kepada warga.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah banjir serupa terulang.

“Gotong royong adalah warisan bangsa. Dengan kebersamaan, masalah sebesar apa pun bisa kita atasi,” tegasnya.

Baca Juga: Tim Medis RS Mandalika Siaga di FORNAS VIII NTB, Dapat Apresiasi dari Gubernur

Memasuki tanggal 17 Agustus, RS Mandalika menggelar apel pengibaran bendera di dua titik berbeda.

Direktur beserta pejabat struktural mengikuti upacara resmi di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB.

Mereka tampil khidmat mengenakan pakaian adat nusantara, menambah semarak suasana sekaligus simbol penghormatan terhadap keberagaman budaya Indonesia.

Sementara itu, ASN dan staf lainnya melaksanakan upacara bendera di halaman Kantor Dinas Kesehatan Provinsi NTB.

Seluruh peserta mengenakan seragam Korpri lengkap dengan peci hitam. Tampilan ini mencerminkan identitas pelayanan publik yang disiplin, profesional, sekaligus berintegritas.

Hadirnya dua kelompok dengan dua identitas berbeda—budaya dan birokrasi—menjadi gambaran harmonisasi antara nasionalisme, penghormatan tradisi, dan profesionalisme sebagai pelayan masyarakat.

"Bagi kami, HUT RI bukan sekadar seremonial. Ini momentum untuk merefleksi dan memperkuat komitmen pelayanan,” ujar dr. Oxy.

Puncak keterlibatan RS Mandalika terlihat pada sore harinya, saat upacara penurunan bendera Merah Putih di Kantor Gubernur NTB.

Tim Pre Hospital RS Mandalika diturunkan untuk mengawal prosesi dengan menyiagakan tenaga medis, perawat, dan satu armada ambulans.

Ratusan peserta, jajaran Forkopimda, serta pejabat daerah hadir menyaksikan prosesi sakral itu.

Di balik khidmat jalannya upacara, tim medis RS Mandalika berjaga sigap, memastikan setiap kemungkinan kegawatdaruratan bisa tertangani dengan cepat.

“Kehadiran tim pre hospital memberi rasa aman. Peserta upacara bisa fokus pada prosesi, karena tahu ada tenaga medis yang siap bertindak jika terjadi sesuatu,” tambah dr. Oxy.

Serangkaian kegiatan itu menjadi bukti nyata komitmen RS Mandalika dalam menghidupkan nilai kemerdekaan.

Baca Juga: Layanan CT Scan RS Mandalika Jadi Rujukan Utama di Lombok Tengah

Dari kerja bakti membersihkan lingkungan, memberi layanan kesehatan, tampil khidmat di upacara, hingga siaga dalam tugas darurat medis—semuanya bermuara pada semangat pengabdian bagi masyarakat NTB.

“Semangat kemerdekaan ini kami jadikan energi untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa RS Mandalika hadir bukan hanya saat sakit, tetapi juga di tengah peristiwa penting yang menyatukan bangsa,” pungkasnya.

Editor : Kimda Farida
#Rumah Sakit Mandalika #RS Mandalika