LombokPost - Museum Negeri NTB telah sukses berpartisipasi dalam ajang Islamic Arts Biennale 2025 di Jeddah, Arab Saudi. Kini Museum Negeri NTB kembali diajak membangun kerja sama internasional dengan Al-Madar.
“Kami menyambut baik tawaran kerja sama tersebut,” terang Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam.
Al-Madar akan berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan mitra, seperti Museum Negeri NTB, dengan pemerintah Arab Saudi. Fokusnya meliputi riset, pengembangan profesional, peningkatan kapasitas SDM museum, serta pelestarian koleksi dan penelitian.
Hal yang nantinya dapat diseminasi melalui seminar atau lokakarya. “(Ini, Red) adalah hal yang penting bagi kami untuk berkembang dan memberi nilai tambah bagi kerja sama yang kita bangun,” terangnya.
Dijelaskan, hubungan historis telah lama terjalin antara Indonesia dan Arab Saudi. Kebudayaan bercorak Islam saling memengaruhi antara Arab Saudi dengan Indonesia.
Menindaklanjuti tawaran kerja sama tersebut, pihaknya akan mempelajari dan mengkaji koleksi lagi. Terutama yang berkaitan dengan hubungan tradisional antara Arab Saudi dan Indonesia, termasuk pengaruh budaya Arab Saudi dalam membentuk kapasitas kultural masyarakat lokal.
“Jadi kami sangat siap dan akan melakukan hal-hal yang diperlukan sehingga tindak lanjut dari kegiatan kita yaitu berupa riset, peningkatan kapasitas, workshop dan lain-lain itu bisa kita laksanakan di beberapa hari ke depan,” pungkasnya.
Direktur Artistik Islamic Arts Biennale Jeddah Abdulrahman Azaam mengatakan kesepahaman ini lahir dari kesadaran bersama. Yaitu kesadaran akan pentingnya memperluas narasi peradaban Islam di luar perspektif tradisional yang berpusat pada Arab Saudi.
“Banyak wilayah lain seperti Mali dan Indonesia yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perkembangan peradaban Islam global,” ujarnya.
Editor : Siti Aeny Maryam