LombokPost-Menjelang MotoGP Mandalika 2025, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menggelar inspeksi bersama PT Angkasa Pura Indonesia (API) Kantor Cabang Bandara Lombok, Kamis (25/9). Inspeksi untuk meninjau secara detail alur kedatangan penumpang internasional.
Fokus utama peninjauan adalah jalur khusus bagi pembalap, kru, dan tamu resmi MotoGP. Jalur ini dirancang untuk mempercepat proses kedatangan sekaligus memberikan kenyamanan maksimal bagi rombongan MotoGP yang datang dari berbagai negara.
General Manager PT API KC Bandara Lombok Aidhil Philip Julian menegaskan, jalur khusus tersebut merupakan wujud komitmen bandara dalam memberikan layanan terbaik.
Sebab, MotoGP Mandalika 2025 bukan hanya soal balapan, tapi momentum menunjukkan bahwa Lombok dan Indonesia siap menjadi tuan rumah ajang dunia.
“Dari bandara, kita ingin tunjukkan Vision Pride of Indonesia,” ungkap Aidhil Philip Julian pada wartawan, Kamis (25/9).
Aidhil menjelaskan, para pembalap dan kru datang dengan jadwal yang padat. Mereka membutuhkan kepastian layanan yang cepat dan tanpa hambatan.
Sebab itu, jalur khusus ini harus dipastikan siap berfungsi optimal sebelum hari kedatangan.
Selain jalur khusus, Aidhil menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang bertugas di lapangan.
Personel imigrasi, bea cukai, dan petugas pelayanan bandara dipastikan mendapat arahan khusus agar lebih responsif terhadap kebutuhan tamu MotoGP.
“Kami ingin memberikan kesan pertama yang baik sejak mereka menginjakkan kaki di Lombok,” tambahnya.
Inspeksi juga menyoroti aspek kedatangan logistik MotoGP, yang terdiri atas peralatan balap bernilai tinggi dan sangat sensitif.
Mulai dari motor, peralatan elektronik, hingga perlengkapan pendukung tim balap, semua membutuhkan penanganan khusus.
Menurutnya, logistik MotoGP berbeda dengan kargo biasa. Nilainya tinggi, sifatnya sangat presisi, dan harus diperlakukan dengan standar keamanan tertinggi.
“Kami memastikan seluruh prosedur, mulai dari bongkar muat hingga penyimpanan sementara, siap dijalankan sesuai standar internasional,” jelas Aidhil.
Tiga Bandara untuk Parkir Pesawat
Mantan General Manager Bandara Eltari Kupang ini menyebut, Bandara Lombok telah berkoordinasi dengan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya dan Bandara Blimbingsari Banyuwangi sebagai bandara alternatif untuk penempatan parkir pesawat selama event MotoGP.
Alternatif untuk penempatan ini dilakukan jika terjadi penambahan pergerakan pesawat. Meski demikian, dari sisi infrastruktur Bandara Lombok dinilai mumpuni untuk melayani pergerakan pesawat, logistik, maupun penumpang selama gelaran ini.
“Dengan pengaturan konfigurasi parkir pesawat di sisi udara, Bandara Lombok mampu untuk menampung enam pesawat berbadan lebar (wide body) dan 10 pesawat berbadan sedang (narrow body) dalam waktu yang bersamaan,” jelasnya.
Dari sisi kesiapan personel, sebanyak 307 orang telah disiagakan untuk mendukung kelancaran operasional. Terdiri dari 267 personel internal bandara dan 40 personel eksternal yang berasal dari stakeholder terkait.
“Kami juga siap mengoperasikan Bandara Lombok selama 24 jam untuk mengakomodasi permintaan penerbangan tambahan atau extra flight dari pihak maskapai,” katanya.
Extra Flight dan Logistik MotoGP
Aidhil menyebut, Bandara Lombok tercatat telah menerima permintaan 28 extra flight selama periode MotoGP Mandalika 2025, yaitu sejak 29 September hingga 6 Oktober 2025. Rinciannya, Garuda Indonesia sebanyak 18 penerbangan, Air Aisa sebanyak 8 penerbangan, dan Pelita Air sebanyak 2 penerbangan dengan mayoritas rute Jakarta-Lombok.
Tidak itu saja, lima penerbangan kargo yang seluruhnya dioperasikan oleh Qatar Airways menggunakan pesawat Boeing 777 akan tiba di Bandara Lombok untuk mengangkut peralatan tim dan motor balap MotoGP.
Penerbangan tersebut dijadwalkan tiba pada 29 September pukul 21.05 Wita, serta pada 30 September sebanyak empat penerbangan yang masing-masing tiba pada pukul 00.05 Wita, 14.35 Wita, 17.00 Wita dan 22.10 Wita.
“Seluruh penerbangan kargo ini berasal dari Narita International Airport (NRT), Jepang,” cetusnya.
Sementara itu, Direktur Utama MGPA Priandhi Satria, yang turut mendampingi inspeksi, menegaskan pentingnya kesiapan bandara dalam menunjang kelancaran event MotoGP.
Menurutnya, pengalaman pertama para tamu saat tiba di Lombok sangat menentukan citra penyelenggaraan Indonesia di mata dunia.
“Bandara adalah pintu masuk pertama. Kalau di sini sudah lancar, cepat, dan nyaman, maka itu akan menciptakan kesan positif,” ujar Andhi sapaan akrabnya.
Andhi menyebut, kesiapan Bandara Lombok dalam melayani pesawat kargo berbadan lebar menjadi nilai tambah yang signifikan. “Logistik MotoGP adalah jantung balapan,” tegasnya.
Inspeksi bersama ini menandai komitmen kuat antara Bandara Lombok dan MGPA untuk memastikan setiap detail pelayanan benar-benar siap sebelum ribuan tamu internasional tiba di Lombok.
Dengan koordinasi lintas sektor, dari imigrasi, bea cukai, hingga AirNav dan maskapai penerbangan, Bandara Lombok diyakini mampu menjadi gerbang utama yang representatif bagi Indonesia.
“Optimisme kami semakin menguat bahwa MotoGP Mandalika 2025 akan berlangsung lancar, aman, dan meninggalkan kesan mendalam bagi semua pihak,” kata dia.
Editor : Siti Aeny Maryam