LombokPost – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara masif melancarkan program tebar benih ikan sebagai langkah ganda.
Guna meningkatkan produksi perikanan sekaligus melawan praktik penangkapan ikan ilegal yang merusak ekosistem perairan.
DKP NTB mencatat, jutaan benih telah disebar hingga kuartal ketiga tahun ini.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB, H. Muslim, ST., M.Si, mengungkapkan data terbarunya.
Hingga September 2025, lebih dari 10 juta ekor benih ikan telah disebar di berbagai wilayah NTB.
Penyaluran benih tersebut dilakukan secara terencana ke perairan umum, kolam masyarakat, hingga embung desa, melalui skema kerja sama yang melibatkan kelompok masyarakat, pemerintah desa, dan berbagai mitra.
Menurut Muslim, program tebar benih ini memiliki peran yang jauh lebih krusial daripada sekadar menambah stok ikan.
Program ini merupakan upaya sadar untuk merehabilitasi ekosistem yang terancam.
“Banyak praktik penangkapan merusak seperti menggunakan setrum. Tebar benih ini juga bagian dari upaya pemulihan ekosistem dan edukasi,” tegasnya.
Pernyataan ini menekankan bahwa setiap benih yang disebar adalah investasi untuk masa depan perairan NTB.
Ini sekaligus menjadi media edukasi bagi masyarakat agar meninggalkan metode penangkapan ikan yang merusak lingkungan, seperti penggunaan setrum atau racun.
Dengan menjaga ketersediaan ikan di perairan umum, DKP berharap masyarakat akan termotivasi untuk menjaga kelestarian habitat perairan di sekitarnya.
Editor : Pujo Nugroho