LombokPost – Masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) dipastikan tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan beras.
Apalagi di tengah gencarnya mobilisasi nasional (movenas) komoditas pangan ke sejumlah provinsi yang mengalami defisit.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, secara tegas menjamin bahwa kebijakan pengiriman puluhan ribu ton beras dan jagung keluar daerah sama sekali tidak mempengaruhi cadangan stok lokal.
“Mobilisasi komoditas pangan ini tidak mempengaruhi stok NTB. Ketersediaan beras bahkan ditegaskan masih aman untuk enam bulan ke depan,” jelas Mara Kamin Siregar.
Jaminan ini disampaikan Bulog NTB menyusul proses movenas yang mengirimkan beras dan jagung ke wilayah seperti NTT, Bali, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
Langkah ini dilakukan karena NTB memiliki surplus komoditas pangan yang dapat menopang kebutuhan wilayah lain, namun dipastikan stok di dalam daerah tetap terjaga optimal untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat hingga pertengahan tahun 2026.
Secara nasional, Perum Bulog saat ini sedang berada dalam periode intensif menjaga stabilitas pasokan dan harga beras nasional. Kebijakan dan program utama yang tengah dijalankan Bulog meliputi:
Stok Nasional Sangat Kuat: Per akhir Oktober 2025, stok beras nasional yang dikelola Bulog mencapai angka fantastis, yaitu sekitar 3,9 Juta Ton.
Stok ini dinilai kuat dan aman untuk memenuhi kebutuhan konsumsi nasional hingga enam bulan ke depan.
Jaminan Mutu: Bulog, bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), memastikan bahwa seluruh beras yang didistribusikan adalah hasil produksi petani dalam negeri dengan kualitas terjamin, sehat, dan layak konsumsi.
Perputaran Stok: Ada instruksi dari Bapanas agar beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tidak disimpan terlalu lama, idealnya maksimal enam bulan, demi menjaga kesegaran dan kualitasnya.
Mobilisasi stok (seperti yang dilakukan Bulog NTB) menjadi penting untuk menjaga perputaran ini.
Secara keseluruhan, Bulog saat ini tengah berfokus pada stabilisasi harga, peningkatan kualitas produk premium, dan penguatan logistik untuk memastikan ketersediaan pangan tersebar merata dari Sabang hingga Merauke.
Editor : Pujo Nugroho