Kepala Pelaksana BPBD NTB Ahmadi mengungkapkan, rincian wilayah terdampak menjelaskan bahwa di Desa Desa Monggo tercatat 1.118 kepala keluarga (KK) atau 3.571 jiwa, sedangkan di Desa Desa Ncandi tercatat 4 KK atau 13 jiwa.
"Selain permukiman, banjir juga menimpa fasilitas umum seperti sekolah, fasilitas kesehatan, rumah ibadah, dan kantor pemerintahan," terangnya.
Tim dari BPBD Kabupaten Bima telah dikerahkan untuk melakukan assessment dan penanganan darurat di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan instansi terkait.
"Meskipun air sudah mulai surut, kebutuhan mendesak saat ini adalah pasokan air bersih guna proses pembersihan pasca-banjir," jelasnya.
Sementara itu, pihak BPBD Provinsi NTB mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi, mengingat kondisi musim hujan yang mulai aktif.
Prediksi dan Imbauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
Berdasarkan pemantauan dan analisis dari BMKG wilayah NTB:Wilayah NTB diperkirakan memasuki musim hujan lebih awal pada tahun 2025/2026.
Untuk wilayah Pulau Sumbawa termasuk Kabupaten Bima, awal musim hujan diprediksi antara dasarian I November hingga dasarian III November.
Untuk periode 1–10 November 2025, terdapat peluang hujan dengan intensitas >50 mm per dasarian sebesar lebih dari 90 persen di sebagian besar wilayah NTB. Untuk hujan >100 mm peluang berada di kisaran 60-90 persen di beberapa area.
BMKG juga menyebut bahwa masyarakat perlu mewaspadai bencana hidrometeorologi seperti hujan ekstrem, angin kencang, banjir dan genangan pada daerah rendah atau sepanjang aliran sungai.
Editor : Siti Aeny Maryam