LombokPost - Pemprov NTB terus berikhtiar untuk mewujudkan ketahanan pangan. Salah satunya dengan mempercepat pelaksanaan program industrialisasi berbasis pertanian, peternakan, dan perikanan.
Program yang dikenal dengan hilirisasi agromaritim ini adalah sebuah konsep yang akan mengolah hasil pertanian, peternakan, dan perikanan (laut dan darat) menjadi produk yang bernilai lebih tinggi.
Program industrialisasi ini didukung oleh potensi agromaritim Provinsi NTB yang sangat potensial untuk dikembangkan. Seperti sapi, unggas, padi, kelapa, udang, ikan, rumput laut, garam, jagung, kakao, jambu mete, dan tembakau.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, konsep hilirisasi agromaritim ini bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas pertanian, dan kelautan sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.
Konsep agromaritim ini merupakan pendekatan baru yang mengintegrasikan potensi darat dan laut sebagai satu kesatuan ekosistem ekonomi, sosial, dan ekologi.
“Pada akhirnya nanti, pendapatan petani dan nelayan meningkat karena produk yang dihasilkan akan diekspor dengan nilai yang lebih tinggi,” katanya.
Pemerintah telah memetakan 38 komoditas utama yang tersebar di berbagai sektor, terutama pertanian, peternakan, kehutanan, dan kelautan yang menjadi dasar pengembangan agromaritim. Potensi ini akan dipetakan sampai ke tingkat desa agar kebijakan dan intervensi program tidak salah sasaran.
Sentra Hilirisasi Pangan
Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri juga menegaskan, Bumi Gora siap untuk menjadikan NTB sebagai salah satu penyangga pangan nasional. “NTB memiliki cadangan pangan yang besar serta potensi perikanan yang luas karena garis pantainya cukup panjang. Semua ini menjadi modal kuat untuk menopang ketahanan pangan nasional,” katanya.
Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) mengusulkan Provinsi NTB sebagai salah satu daerah yang akan dijadikan sentra hilirisasi pangan.
Dengan berbagai potensi yang dimiliki, mulai dari pertanian, perternakan dan perikanan, Provinsi NTB layak diandalkan mewujudkan cita-cita besar Presiden Republik Indonesia untuk swasembada pangan.
Kementan juga optimis, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bisa mewujudkan program tersebut dengan kerja keras dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan Provinsi NTB, dan kabupaten/kota.
Selain Kementan, Komisi IV DPR juga mengapresiasi kesiapan NTB dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Alasannya, NTB memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan pangan nasional karena memiliki potensi yang sangat besar.
Bahkan, DPR RI juga mengarahkan agar Provinsi NTB bisa menjadi salah satu lumbung daging nasional karena potensi produksi sapi cukup besar. Untuk menjadi daerah swasembada daging, diperlukan kerja keras, kolaborasi serta dukungan pemerintah pusat melalui kementerian terkait.
Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB Yusron Hadi mengatakan, agromaritim bukan hanya sekadar konsep, melainkan strategi menuju kemandirian pangan dan pengurangan kemiskinan yang berkelanjutan.
Provinsi NTB telah menegaskan bahwa fokus pembangunan ke depan diarahkan pada pengentasan kemiskinan melalui hilirisasi sektor pangan.
“Provinsi NTB punya potensi melimpah dari jagung, kopi, coklat, hingga tuna. Dengan program hilirisasi, akan memperkuat ketahanan pangan dan pariwisata sehingga ekonomi masyarakat terus meningkat,” katanya. (lil/r3)
Editor : Prihadi Zoldic