Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

KR BNN Sepakati Lima Bidang Prioritas Pembangunan Kawasan, Penguatan Konektivitas adalah Kunci Integrasi Ekonomi Kawasan

Lombok Post Online • Kamis, 27 November 2025 | 11:31 WIB
SUNDA KECIL: Gubernur Bali I Wayan Koster, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (tengah), Gubernur NTT Emanuel Melkiades Lakalena, dan Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri (kiri) saat penandatanganan MoU.
SUNDA KECIL: Gubernur Bali I Wayan Koster, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (tengah), Gubernur NTT Emanuel Melkiades Lakalena, dan Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri (kiri) saat penandatanganan MoU.

 

LombokPost - Kerja Sama Regional Bali, NTB, NTT (KR BNN) menyepakati lima bidang prioritas yang akan menjadi pondasi pembangunan kawasan.

Kelima bidang prioritas yang akan mulai dikerjakan tahun 2026 tersebut meliputi pariwisata, konektivitas, energi, perdagangan, dan ekspor.

Kesepakatan tersebut tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani Gubernur Bali I Wayan Koster, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Lakalena dalam pertemuan yang digelar di kawasan Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Selasa (25/11).

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa KR BNN dibangun atas dua fondasi utama, yakni integration dan cooperation (integrasi dan kerja sama). “Dua kata itu menjadi arah besar perjalanan tiga provinsi ke depan,” katanya.

Kluster pertama adalah integrasi di tiga sektor. Yakni pariwisata, energi, dan konektivitas. Kluster kedua adalah kerja sama lintas sektor. “Kami juga sepakat bahwa kerja sama ini harus mulai berjalan secara konkret di tahun 2026,” tegasnya.

Gubernur Iqbal juga memaparkan usulan konkret sektor pariwisata yang dianggap paling siap untuk diwujudkan pada 2026. Karena itu, Gubernur Iqbal meminta kadis pariwisata untuk menyusun tagline dan tema bersama. Wisatawan nantinya tidak lagi melihat Bali, NTB, dan NTT sebagai destinasi terpisah, melainkan satu kesatuan kawasan.

Selanjutnya, promosi bersama tiga provinsi tampil sebagai one single tourism destination. Dan terakhir, standar layanan bersama.

Standardisasi hotel mulai dari bintang tiga hingga special class agar pengalaman wisatawan seragam di seluruh kawasan. “Supaya kita semangat kerja sama, satu harus bisnis di depan, kerja sama ekonomi, kedua harus konkret dan achievable tahun depan,” katanya.

“Kadis pariwisata segera susun tagline dan tema bersama kedua promosi bersama dan terakhir standardisasi pelayanan yang sama sehingga orang kalau berwisata ke ketiga provinsi ini mereka merasakan standar pelayanannya sama,” ujar Gubernur Iqbal. 

Selain itu, Gubernur Iqbal juga meminta diskominfo untuk menyusun Wikipedia resmi lengkap dengan perjalanan sejarah dan perkembangan program kerja yang akan dikerjakan KR BNN. “KR BNN sepakat bahwa penguatan konektivitas adalah kunci integrasi ekonomi kawasan,” katanya.

Gubernur Iqbal juga menyampaikan sejumlah rencana ke depan. Di antaranya, pengajuan jalur kapal cepat Sanur–Mandalika dan Sanur–Senggigi, kajian rute Mandalika–Labuan Bajo, pembahasan pembukaan jalur feri baru, penambahan rute udara antar daerah, dan pengembangan jalur seaplane untuk menghubungkan resort–resort unggulan di tiga provinsi.

“Kita siapkan jalur-jalur kapal cepat sebagai alternatif penerbangan antar destinasi pariwisata,” jelasnya.

Selain itu, Gubernur Iqbal juga memaparkan langkah awal yang sudah ditempuh NTB. Salah satunya terkait super gride khususnya energi terbarukan yang menjadi impian bersama dari ketiga provinsi.

“Untuk energi, kami telah meminta dukungan Pemerintah Inggris dan Singapura untuk studi kelayakan super grid energi terbarukan bagi tiga provinsi ini. Semoga bisa mulai kita kerjakan pada 2026,” katanya.

Prioritas kerja sama berikutnya yang tidak kalah besar efek ekonominya bagi ketiga provinsi tersebut adalah bidang perdagangan.

Gubernur Iqbal meminta kepala Dinas Perdagangan NTB untuk segera melakukan inventarisasi kebutuhan komoditas yang dibutuhkan ketiga provinsi. Mulai dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan kelautan. 

“Kadis perdagangan NTB, Bali, dan NTT segera melakukan inventarisasi kebutuhan komoditas yang dibutuhkan dan ketersediaannya dari tiga provinsi,” katanya.

Untuk ekspor, ketiga provinsi mendorong Bali sebagai half untuk ekspor. Namun produknya dibuat dari tiga provinsi dan menyepakati tag dari produknya dituliskan Made in Bali, NTB, dan NTT. 

“Mulai sekarang tidak ada lagi Made in Bali tapi mulai sekarang Made in Bali, NTB, dan NTT,” katanya.

Gubernur Bali I Wayan Koster menjelaskan bahwa kerja sama tiga provinsi ini adalah langkah yang belum pernah dilakukan dalam skala antar daerah di Indonesia. “Kerja sama regional Bali, NTB, NTT ini memberi harapan baru. Ini pertama kalinya tiga gubernur secara historis mengembangkan kerja sama seperti ini,” ucapnya.

Dia menegaskan pentingnya memulai dari program yang nyata, cepat, dan berdampak langsung. “Kita harus memulai dari sesuatu yang konkret, tidak perlu biaya tinggi, tapi langsung terasa manfaatnya. Bahkan saya yakin ini bisa menjadi best practice bagi Indonesia,” katanya.

Gubernur Koster juga menyoroti pentingnya membuka lebih banyak jalur udara agar mobilitas antar daerah lebih mudah dan terhubung.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Lakalena menyampaikan apresiasi atas semangat dan kekompakan tiga provinsi. “Konkret kita mau bikin kerja sama yang saling menguntungkan. Pemerintah, BUMN, BUMD, pengusaha, semua hadir. Ini luar biasa,” katanya.

Gubernur Emanuel menjelaskan masa lalu yang terjalin antara Bali, NTB dan NTT tentang Sunda Kecil sangat penting dan menjadi modal utama untuk saling mengisi masa kini dan masa yang akan datang.

“Mudah-mudahan kita bisa konkretkan ini dengan baik. Dan memang masa lalu itu penting tentang Sunda Kecil ini. Tapi tentu bagaimana kita bersama mengisi masa kini dan masa depan ini yang menjadi kunci kita.” jelasnya.

Lima Bidang Prioritas Pembangunan Kawasan

-   Pariwisata

-   Konektivitas

-   Energi

-   Perdagangan

-   Ekspor (lil/r3)

Editor : Kimda Farida
#Kerja Sama #Bali #ntt #NTB #destinasi