Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cukli Makin Langka, Dekranasda NTB Dorong Inovasi Perajin

Nurul Hidayati • Sabtu, 13 Desember 2025 | 10:27 WIB
Ketua Dekranasda NTB, Sinta Agathia M. Iqbal
Ketua Dekranasda NTB, Sinta Agathia M. Iqbal

LombokPost - Kerajinan Cukli khas Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin jarang ditemukan di pasaran. Kondisi ini menjadi perhatian Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB karena dikhawatirkan mengancam keberlanjutan kerajinan daerah.

Ketua Dekranasda NTB, Sinta Agathia M. Iqbal, mengatakan kelangkaan Cukli juga menjadi sorotan Dekranas pusat.

Menurunnya minat pasar dan perubahan selera konsumen, khususnya generasi muda, menjadi salah satu penyebabnya.

“Anak-anak muda sekarang tidak lagi menyukai furnitur berukuran besar. Karena itu, perajin kita dorong membuat Cukli dengan desain lebih kecil dan minimalis,” kata Sinta, Jumat (12/12).

Selain desain, kesejahteraan perajin juga menjadi persoalan. Banyak perajin belum bisa menjadikan kerajinan sebagai sumber penghasilan utama sehingga harus mencari pekerjaan lain. Kondisi ini berdampak pada minimnya regenerasi perajin.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dekranasda NTB menyiapkan pola pembinaan yang lebih terarah, mulai dari pelatihan, pembentukan koperasi, hingga membuka akses pembiayaan dan pasar. Dekranasda juga mendorong kerja sama dengan perbankan dan dunia usaha.

Sinta menambahkan, selama ini sebagian Cukli NTB diekspor melalui daerah lain sehingga identitas asal produk menjadi hilang.

Ke depan, Dekranasda akan mendampingi perajin agar mampu mengekspor secara mandiri.

“Kita ingin Cukli tetap dikenal sebagai produk NTB,” ujarnya.

Memasuki 2026, Dekranasda NTB menargetkan pembinaan yang lebih merata dan tepat sasaran.

Dekranasda akan menjadi pusat kurasi agar tidak terjadi tumpang tindih pembinaan antarperajin.

“Tujuannya agar kerajinan NTB berkembang dan perajinnya sejahtera,” pungkasnya.

Editor : Hidayatul Wathoni
#dekranasda #Pembinaan #Perajin #kurasi #NTB