LombokPost - Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, memberikan pesan menohok bagi para lulusan perguruan tinggi saat menghadiri Wisuda Sarjana Angkatan ke-II Institut Elkatarie di Hotel Grand Madani, Mataram.
Ia menegaskan bahwa lanskap persaingan dunia kerja telah berubah drastis akibat kehadiran Artificial Intelligence (AI).
Gubernur NTB: Kecerdasan Buatan Tak Bisa Gantikan Empati Manusia
Baca Juga: Perkuat Fondasi Kekuatan Nasional, Pemerintah Jepang Alokasikan Rp 107 Triliun untuk Pengembangan AI
'Ilmu Rai' vs Kecerdasan Buatan
Di hadapan para wisudawan, Gubernur menekankan bahwa penguasaan akademik saja tidak lagi cukup.
Tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana manusia bisa mempertahankan relevansinya di tengah dominasi mesin.
“Sainganmu sekarang adalah Artificial Intelligence. Tapi titik lemah terbesar yang tidak mungkin diatasi dari AI ini namanya social skills. Kalau di Sasak kita ada ‘Ilmu Rai’, itulah social skills. Itu tidak ada di AI,” tegas Gubernur Iqbal.
Menurutnya, kemampuan membangun relasi sosial, empati, serta pengelolaan rasa adalah keunggulan mutlak manusia yang tidak akan pernah bisa direplikasi oleh algoritma mana pun.
Menjaga Jati Diri di Arus Global
Baca Juga: Amazon Jajaki Investasi Tambahan Rp 167 Triliun ke OpenAI untuk Perkuat Infrastruktur Komputasi AI
Gubernur turut mengapresiasi Institut Elkatarie yang dinilai sukses memadukan kurikulum akademik dengan penguatan nilai budaya dan keislaman.
Baginya, pemahaman terhadap identitas lokal adalah benteng agar generasi muda tidak tercerabut dari jati dirinya saat terjun ke dunia global.
Jangan Takut Gagal
Menutup orasinya, Lalu Iqbal membakar semangat para wisudawan untuk tidak gentar menghadapi dunia nyata. Ia mendorong mereka untuk menjadikan masa muda sebagai laboratorium eksperimen.
“Manfaatkan masa muda untuk mencoba dan belajar dari kegagalan. Yang penting jangan mengulang kegagalan yang sama,” pungkasnya.
Editor : Kimda Farida