LombokPost - Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, secara resmi meresmikan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM (PLUT KUMKM) Provinsi NTB.
Peresmian ini menjadi bukti nyata komitmen Gubernur dalam mempercepat penyelesaian infrastruktur ekonomi rakyat yang sebelumnya sempat tertunda.
Prioritas Pasca-Pelantikan: Selesaikan Pembangunan 100 Persen
Gubernur Iqbal mengungkapkan bahwa penyelesaian gedung PLUT adalah prioritas yang ia instruksikan langsung tak lama setelah dilantik.
Melalui pergeseran anggaran pertama, pemerintah memastikan fasilitas ini rampung total agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Sayang kalau fasilitas sebagus ini tidak dimanfaatkan maksimal karena belum selesai. Sekarang sudah 100 persen. Ingat, ini bukan milik dinas, dinas hanya pengelola. Ini milik rakyat,” tegas Gubernur dengan nada bicara yang lugas.
Empat Target Utama untuk Pelaku UMKM
Gubernur menargetkan agar setiap pelaku usaha, terutama kaum ibu dan generasi muda yang masuk ke PLUT, harus mengalami perubahan signifikan. Ia menetapkan empat indikator keberhasilan pelatihan di PLUT.
Kualitas Produk: Standar mutu yang lebih tinggi. Kemasan & Branding: Tampilan produk yang mampu bersaing di pasar modern. Akses Pasar Digital: Masuk ke ekosistem e-commerce dan pasar global. Akses Pembiayaan: Mempermudah UMKM mendapatkan modal melalui literasi keuangan. Sinergi Lintas Sektor: Dorong Kegiatan 2 Shift.
Baca Juga: Jadi Pusat Inkubasi, PLUT KUKM NTB Siap Cetak UMKM Unggul
Untuk mengatasi hambatan modal dan pasar, Gubernur mendorong keterlibatan aktif perbankan, OJK, dan dunia usaha di dalam lingkungan PLUT.
Ia juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk menjadikan PLUT sebagai pusat kegiatan agar program pengembangan UMKM tidak berjalan sendiri-sendiri (ego sektoral).
“Saya ingin fasilitas ini dimanfaatkan maksimal, kalau perlu ada dua shift kegiatan setiap hari agar geliat ekonomi rakyat terus berputar,” pungkasnya.
Editor : Kimda Farida