Polda NTB tidak mau ketinggalan. Di bawah komando langsung Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo, korps Bhayangkara ini terjun langsung ke sawah melakukan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 di Dusun Batu Samban, Desa Lembar Selatan, Lombok Barat, Kamis (8/1).
Mengenakan atribut lengkap, Irjen Pol. Edy Murbowo ikut memetik jagung bersama jajaran dan unsur terkait. Tak hanya sekadar seremonial, kegiatan ini terhubung langsung secara nasional melalui zoom meeting bersama Kapolri sebagai bukti keseriusan Polri menjaga perut rakyat.
"Polda NTB terus hadir mendampingi petani, mulai masa tanam sampai panen. Ini adalah bagian dari dukungan nyata kami terhadap program swasembada pangan nasional," tegas Irjen Pol. Edy Murbowo di sela-sela kegiatan.
Angka Produksi Fantastis Berdasarkan data BPS NTB tahun 2025, potensi lahan jagung di Bumi Gora memang luar biasa, mencapai 175.327 hektare dengan produksi menembus angka 1,1 juta ton.
Untuk bulan Januari 2026 saja, tercatat luas lahan yang siap panen mencapai 344,17 hektare dengan estimasi hasil sekitar 1.720,85 ton.
Dari jumlah tersebut, Polda NTB bersama jajaran Polres/Ta ikut mengelola lahan seluas 9,74 hektare yang diprediksi menghasilkan hingga 68,18 ton jagung berkualitas.
Waspada Cuaca dan Kawal Pupuk Meski hasil panen melimpah, Kapolda tetap memberikan catatan penting terkait cuaca ekstrem.
Saat ini, wilayah Pulau Lombok masih sering diguyur hujan yang berisiko memicu gagal panen. Sementara itu, wilayah Pulau Sumbawa baru memulai masa tanam akibat kemarau panjang yang sempat melanda.
Menyikapi hal ini, Polda NTB mengambil langkah cepat dengan:
- Perkuat Koordinasi: Bersinergi dengan Dinas Pertanian untuk percepatan masa tanam.
- Gerakan Bhabinkamtibmas: Mendorong kelompok tani segera menanam dan memantau kondisi lapangan.
- Pengawasan Ketat: Memastikan distribusi pupuk dan bibit sampai ke tangan petani tanpa hambatan.
Langkah masif ini diharapkan menjadi suntikan semangat bagi para petani di NTB. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat tani kini menjadi kunci utama dalam menjaga ketersediaan pangan di wilayah Nusa Tenggara Barat tetap stabil dan aman.
Editor : Marthadi