LombokPost - Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal memerintahkan jajaran BPBD, Dinas Sosial, Baznas, serta Dinas Kesehatan NTB untuk bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda Lombok Barat dan Lombok Tengah pada Selasa malam (13/1).
Mengacu data Pusdalops BPBD NTB, banjir terjadi di Lombok Barat tepatnya Kecamatan Sekotong, merendam tiga desa yakni desa Persiapan Pengantap, Desa Peresiapan Blongas danDesa Sekotong Tengah.
Di Desa Persiapan Pengantap, tercatat sebanyak 565 Kepala Keluarga (KK) atau 1.748 jiwa terdampak. Selanjutnya, di Desa Persiapan Blongas, jumlah warga terdampak mencapai 482 KK atau 1.475 jiwa. Pada kejadian ini juga dilaporkan adanya satu korban meninggal dunia, atas nama Ibu Nurinah, seorang perempuan berusia 69 tahun.
Sementara itu, untuk Desa Sekotong Tengah, hingga saat ini masih dilakukan proses asesmen guna memperoleh data yang akurat terkait jumlah warga terdampak.
Selanjutnya, banjir melanda Lombok Tengah tepatnya di Kecamatan Praya Barat Daya dan Kecamatan Praya Barat. Di Kecamatan Praya Barat Daya, banjir terdampak di Desa Montong Ajang dan Desa Kabul.
Di Desa Montong Ajang, tercatat 50 Kepala Keluarga (KK) terdampak dengan 50 unit rumah terendam. Sementara itu, di Desa Kabul, jumlah warga terdampak mencapai 250 KK dengan 250 unit rumah terendam akibat luapan air.
Selain itu, banjir juga dilaporkan terjadi di Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat. Hingga laporan ini disusun, proses pendataan masih terus dilakukan untuk mengetahui secara pasti dampak yang ditimbulkan di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik menyampaikan bahwa Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menekankan penanganan harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur, dengan prioritas utama keselamatan masyarakat agar tidak ada korban jiwa.
“Gubernur meminta seluruh perangkat daerah terkait memastikan langkah-langkah darurat berjalan, serta semua upaya yang bisa dilakukan untuk meringankan beban warga terdampak segera dilaksanakan,” tegasnya, Rabu (14/1).
Adapun langkah awal yang telah dilakukan adalah koordinasi intensif antara BPBD NTB dengan BPBD Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah, termasuk pelaksanaan assessment langsung ke lokasi terdampak serta diseminasi informasi kebencanaan.
Personel TRC-PB, unsur TNI/Polri, aparatur desa/kecamatan, serta masyarakat turut dilibatkan untuk memastikan respons lapangan.
Baca Juga: Delapan Desa di Sekotong Terendam Banjir, Air Capai Atap Rumah Warga
Lebih lanjut, Khalik juga mengatakan berdasarkan berkaitan dengan adanya laporan terbaru terdapat satu orang korban jiwa akibat banjir di Lombok Barat, Pemprov NTB menyampaikan belasungkawa.
Dinas Kesehatan NTB terus memastikan kesiapan tim kesehatan beserta sarana prasarana penanganan darurat untuk mengantisipasi dampak kesehatan pascabanjir.
Pemprov NTB memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, terutama kebutuhan mendesak seperti terpal, matras, makanan siap saji, serta kebutuhan bayi dan anak.
“Personel BPBD, Tagana, dan tenaga kesehatan diperintahkan untuk siaga penuh. Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tertangani dengan baik, dan keselamatan warga menjadi yang utama,” pungkasnya.
Kepala BPBD NTB Sadimin terus melaporkan perkembangan terkini di lapangan, termasuk kondisi banjir yang belum surut dan kebutuhan mendesak warga. Kepala Dinas Sosial dan PPPA NTB Ahmad Masyhuri bersama Baznas NTB juga melaporkan kesiapan dukungan logistik dan penyaluran bantuan.
Editor : Akbar Sirinawa