LombokPost - Taman Nasional Gunung Rinjani tetap menjadi magnet wisata pendakian maupun non pendakian sepanjang 2025.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Budhy Kurniawan mengatakan untuk kunjungan wisata pendakian sepanjang April hingga Desember 2025 tercatat mencapai 80.214 orang.
“Dari jumlah tersebut, 36.987 orang merupakan wisatawan nusantara, sedangkan 43.227 orang adalah wisatawan mancanegara, menunjukkan bahwa pendaki asing masih mendominasi kunjungan ke Gunung Rinjani,” jelasnya.
Rinciannya, untuk wisata pendakian, jumlah kunjungan mulai tercatat sejak April 2025. Pada bulan April, tercatat sebanyak 11.069 pengunjung, terdiri dari 5.909 wisatawan nusantara dan 5.160 wisatawan mancanegara.
Jumlah ini meningkat pada Mei dengan total 12.410 pengunjung, yang terdiri dari 5.612 wisatawan nusantara dan 6.798 wisatawan mancanegara. Puncak kunjungan terjadi pada Juni, dengan total 13.044 pengunjung, terdiri dari 6.243 wisatawan nusantara dan 6.801 wisatawan mancanegara.
Memasuki Juli, jumlah kunjungan pendakian menurun menjadi 9.716 orang, dengan rincian 5.692 wisatawan nusantara dan 4.024 wisatawan mancanegara.
Pada Agustus, kunjungan relatif stabil dengan total 9.510 pengunjung, terdiri dari 3.734 wisatawan nusantara dan 5.776 wisatawan mancanegara. Pada September, jumlah pendaki tercatat 9.545 orang, dengan 3.319 wisatawan nusantara dan 6.226 wisatawan mancanegara.
Penurunan signifikan terjadi pada Oktober dengan total 7.234 pengunjung, yang terdiri dari 2.130 wisatawan nusantara dan 5.104 wisatawan mancanegara.
Tren penurunan berlanjut pada November dengan 3.637 pengunjung, terdiri dari 1.562 wisatawan nusantara dan 2.075 wisatawan mancanegara. Pada Desember, kunjungan pendakian sedikit meningkat menjadi 4.049 pengunjung, dengan 2.786 wisatawan nusantara dan 1.263 wisatawan mancanegara.
“Rinjani tetap menjadi magnet dunia. Dominasi pendaki mancanegara menjadi kebanggaan, sekaligus tantangan dalam hal keselamatan dan pengawasan,” kata Budhy.
Sementara itu, untuk wisata non pendakian, pada Januari 2025 tercatat 5.584 wisatawan nusantara. Jumlah tersebut menurun pada Februari menjadi 2.488 orang, dan turun drastis pada Maret dengan hanya 119 wisatawan nusantara serta 5 wisatawan mancanegara.
Baca Juga: Periode Januari-November 2025, Pendaki Rinjani Tembus 76 Ribu Orang
Pada April, kunjungan non pendakian melonjak tajam menjadi 9.425 pengunjung, terdiri dari 9.414 wisatawan nusantara dan 11 wisatawan mancanegara. Pada Mei, jumlah kunjungan non pendakian tercatat 4.307 orang, terdiri dari 4.285 wisatawan nusantara dan 22 wisatawan mancanegara.
Jumlah ini kembali meningkat pada Juni menjadi 5.987 pengunjung, yang terdiri dari 5.969 wisatawan nusantara dan 18 wisatawan mancanegara. Pada Juli, kunjungan relatif stabil di angka 5.983 pengunjung, dengan 5.945 wisatawan nusantara dan 38 wisatawan mancanegara.
Memasuki Agustus, kunjungan non pendakian tercatat 4.224 orang, terdiri dari 4.141 wisatawan nusantara dan 83 wisatawan mancanegara. Pada September, jumlah pengunjung mencapai 3.141 orang, dengan 3.008 wisatawan nusantara dan 133 wisatawan mancanegara.
Pada Oktober, tercatat 2.239 pengunjung, terdiri dari 2.165 wisatawan nusantara dan 74 wisatawan mancanegara. Kunjungan kembali meningkat pada November menjadi 4.982 orang, dengan 4.619 wisatawan nusantara dan 363 wisatawan mancanegara.
Pada Desember, jumlah kunjungan non pendakian tercatat 3.624 pengunjung, terdiri dari 3.574 wisatawan nusantara dan 50 wisatawan mancanegara. Total kunjungan wisata non pendakian sepanjang 2025 mencapai 52.108 orang.
Data ini menunjukkan bahwa wisata non pendakian menjadi alternatif penting dalam pemanfaatan kawasan, terutama bagi masyarakat lokal dan wisatawan domestik.
“Wisata non pendakian memiliki potensi besar untuk mengurangi tekanan di jalur pendakian sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat,” jelas Budhy.
Jika digabungkan, total kunjungan wisatawan ke TN Gunung Rinjani sepanjang 2025 mencapai 132.322 orang, mencakup wisata pendakian dan non pendakian, baik nusantara maupun mancanegara.
Editor : Jelo Sangaji