Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Padel Semakin Pupuler di Mataram, Pelatih Sebut Ini Gaya Hidup Sehat Menuju Prestasi Porprov

Hamdani Wathoni • Minggu, 18 Januari 2026 | 10:00 WIB
Yaumil Stania Eroflan
Yaumil Stania Eroflan

LombokPost – Olahraga padel kini tengah menjadi primadona baru di Kota Mataram. Olahraga ini tidak lagi sekadar tren sesaat, melainkan mulai bertransformasi menjadi cabang olahraga prestasi yang menjanjikan di Nusa Tenggara Barat (NTB).

​Geliat ini dirasakan betul oleh Yaumil Stania Eroflan, salah satu sosok kunci di balik perkembangan padel di Pulau Seribu Masjid. Sebagai pelatih (coach) sekaligus pengurus Persatuan Besar Padel Indonesia (PBPI) NTB, Yaumil mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat Mataram melonjak drastis dalam setahun terakhir.

​"Saya mulai melatih padel sejak pertama kali lapangan padel dibuka di Rooftop Mataram Mall. Sekarang, komunitas kita yang bernama Lombok Padel terus berkembang pesat," ujar Yaumil saat ditemui di sela-sela aktivitas melatihnya di Lapagan Kosta Mataram, Jumat (16/1).

​Menurut Yaumil, saat ini fasilitas padel di Mataram terkonsentrasi di dua titik utama, yakni di Rooftop Mataram Mall dan Kosta Sport Center. Kedua lokasi ini selalu dipadati pengunjung, terutama sejak akhir tahun 2025. Fenomena ini unik, karena para peminatnya datang dari berbagai latar belakang olahraga.

​"Banyak sekali yang datang. Ada yang benar-benar pemula (newbie), tapi banyak juga peralihan dari pemain tenis, badminton, hingga tenis meja. Istilahnya mereka lagi berapi-api atau membludak untuk mencoba padel," tambahnya.

Bukan sekadar hobi, Yaumil menegaskan bahwa padel di NTB tengah dipersiapkan menuju panggung profesional. Terbentuknya kepengurusan PBPI NTB menjadi tonggak awal. Yaumil sendiri dipercaya duduk di bidang pengurusan olahraga.

​Target terdekat yang menjadi sorotan adalah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 yang dijadwalkan pada bulan Juli mendatang. Ini akan menjadi sejarah baru, di mana padel untuk pertama kalinya akan dipertandingkan sebagai salah satu cabang olahraga (cabor).

​"Rencananya Juli besok kita akan ikut Porprov. Ini pertama kalinya untuk padel NTB. Kami sedang berproses menjaring dan membina atlet-atlet yang potensial untuk bisa bersaing," tegas perempuan yang tinggal di Dasan Agung ini.

Tingginya minat masyarakat juga membuka peluang bagi profesi pelatih. Yaumil membeberkan bahwa dalam sehari, ia bisa melatih 4 hingga 10 orang dengan durasi kerja mencapai 8 sampai 10 jam per hari. Untuk menjaga kualitas pelatihan, ia membagi timnya di dua lokasi, di mana masing-masing lapangan (Rooftop dan Costa) disiagakan dua orang coach.

​Mengenai tarif, Yaumil menyebutkan angka yang cukup terjangkau untuk olahraga yang sering dianggap eksklusif ini. "Kisaran harga coaching itu Rp150 ribu per jam untuk satu orang. Kalau paket grup berempat, itu sekitar Rp 400 ribu. Itu belum termasuk biaya sewa lapangan," jelasnya.

​Menariknya, peminat padel di Mataram didominasi oleh rentang usia produktif, yakni 20 hingga 30 tahun, meski banyak juga pemain di atas usia tersebut. Sejauh ini, komposisi pemain antara laki-laki dan perempuan cenderung seimbang.

Meski saat ini padel masih kental dengan nuansa lifestyle atau gaya hidup, Yaumil memiliki visi besar untuk masa depan. Ia melihat peluang emas bagi NTB untuk mencetak atlet berprestasi karena olahraga ini relatif baru di Indonesia, sehingga persaingan antar daerah masih sangat terbuka.

​"Untuk jangka panjang, kita harus mulai menyasar atlet junior atau anak-anak. Jadi mereka terbentuk murni dari teknik padel, bukan sekadar peralihan dari cabor raket lain. Karena kita mulainya barengan dengan daerah lain, kita tidak merasa tertinggal. Semua punya peluang yang sama," ucapnya optimis.

​Dibukanya secara resmi fasilitas baru di Costa dan Rooftop Mataram Mall pada pertengahan Januari ini, Yaumil berharap ekosistem padel di NTB semakin solid dan mampu melahirkan atlet-atlet yang bisa mengharumkan nama daerah di kancah nasional. 

Editor : Redaksi Lombok Post
#olahraga #padel #NTB #lifestyle #Lombok