Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PLN Tanam 30 Ribu Pohon di Sumbawa, Selamatkan DAS Manni dari Ancaman Banjir

Marthadi • Selasa, 20 Januari 2026 | 14:25 WIB

Penyerahan bibit pohon untuk ditanam di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Unter Gadung, Kecamatan Rhee, Sumbawa.
Penyerahan bibit pohon untuk ditanam di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Unter Gadung, Kecamatan Rhee, Sumbawa.
LombokPost - Hutan kembali bernapas. Sebanyak 30.000 pohon ditanam PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Unter Gadung, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa.

Langkah ini menjadi bagian penting dari rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Manni yang selama ini rawan tekanan lingkungan.

Penanaman dilakukan di lahan seluas 66 hektare dalam wilayah Kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKM) Unter Gadung.

Program ini menegaskan komitmen PLN dalam menjaga keseimbangan alam sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya alam di Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Bupati Sumbawa Bidang Sumber Daya Aparatur dan Kemasyarakatan Rosmin Junaidi, jajaran manajemen PLN UIP Nusra, Kepala BKPH Siraddjudin, Kapolsek Rhee Ipda Romy Octovian Munir, perwakilan BPDAS Dodokan Moyosari Putu Arbawa, Camat Rhee Ikram Mubarak, Kepala Desa Rhee Syamsuddin, serta tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan masyarakat setempat.

Sebanyak 30.000 pohon yang ditanam terdiri dari tanaman buah dan kayu. Selain memulihkan fungsi ekologis DAS, jenis tanaman ini juga diharapkan memberi nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan.

Rehabilitasi DAS Manni dinilai strategis untuk menjaga ketersediaan air, menekan risiko banjir dan longsor, serta melindungi lahan pertanian dan perkebunan yang menjadi tulang punggung ekonomi warga Sumbawa.

Rosmin Junaidi mengapresiasi langkah PLN yang dinilai hadir secara nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan daerah.

“Kawasan ini sangat menentukan kualitas air dan stabilitas lingkungan. Setiap pohon yang ditanam hari ini adalah investasi jangka panjang bagi anak cucu kita,” ujarnya.

Ia juga menyebut program ini sejalan dengan Gerakan Sumbawa Menanam dalam payung besar Program Sumbawa Hijau Lestari, yang mendorong pertanian produktif sekaligus ramah lingkungan.

“Lingkungan lestari bukan penghambat pembangunan. Justru menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.

Dari sisi iklim, program ini turut berkontribusi pada penurunan emisi karbon. Mengacu pada Arbor Day Foundation USDA, satu pohon dewasa mampu menyerap sekitar 21,7 kilogram CO₂ per tahun. Jika seluruh pohon terawat hingga dewasa, total serapan karbon diperkirakan mencapai sekitar 651 ton CO₂ per tahun.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra menegaskan, keberhasilan rehabilitasi DAS tidak hanya soal jumlah pohon, tetapi keberlanjutan perawatan dan peran aktif masyarakat.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah, BPDAS, aparat, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan rehabilitasi lingkungan,” ujarnya.

PLN berharap rehabilitasi DAS Manni dapat memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan hijau di Sumbawa.

Editor : Marthadi
#Sumbawa Hijau Lestari #hutan Unter Gadung #rehabilitasi DAS Manni #PLN tanam pohon Sumbawa #PLN UIP Nusra