Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bali–NTB–NTT Satukan Kekuatan Dorong Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi Kawasan

Yuyun Kutari • Rabu, 28 Januari 2026 | 19:34 WIB
Foto bersama tiga kepala daerah usai penandatangan KR BNN, di kawasan ITDC The Golo Mori, Manggarai Barat, NTT, Rabu (28/1).
Foto bersama tiga kepala daerah usai penandatangan KR BNN, di kawasan ITDC The Golo Mori, Manggarai Barat, NTT, Rabu (28/1).

LombokPost - Pemprov Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menjalin kerja sama regional lintas sektor disebut KR-BNN, yang kini memasuki tahap penguatan implementasi. 

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Pertemuan Ketiga KR BNN yang digelar di kawasan ITDC The Golo Mori, Manggarai Barat, NTT, Rabu (28/1).

Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan awal para gubernur yang dicapai di Bali pada 3 November 2025, serta penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Mandalika, Lombok, NTB, pada 25 November 2025. 

Memasuki pertemuan ketiga, KR BNN telah berada pada tahap konsolidasi dan penguatan implementasi lintas sektor yang lebih konkret.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan kerja sama regional tersebut telah bergerak melampaui sekadar niat dan komitmen politik, menuju realisasi yang manfaatnya mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. 

Menurutnya, kolaborasi kawasan ini menjadi contoh regionalisme baru yang tumbuh dari daerah untuk menjawab tantangan pembangunan nasional dan global.

“Kerja sama ini bukan lagi wacana. Kita sudah melihat dampak nyata, salah satunya dari penguatan konektivitas. Jumlah rute penerbangan dari dan menuju NTB meningkat dari 18 menjadi 27 rute. Ini menunjukkan bahwa integrasi kawasan Bali–NTB–NTT sudah berjalan dan terus berkembang,” ujar Gubernur Iqbal.

Dalam pertemuan tersebut, para pimpinan OrganisSi Perangkat Daerah (OPD) dari Bali, NTB, dan NTT menandatangani sejumlah perjanjian kerja sama teknis sebagai turunan dari MoU. 

Kesepakatan ini mencakup lima bidang strategis, yakni optimalisasi pariwisata dan ekonomi kreatif terintegrasi, pengembangan super grid energi terbarukan kawasan, penguatan perdagangan dan ekspor antarprovinsi.

Berikutnya, kerja sama di pengembangan sistem transportasi serta konektivitas laut, penyeberangan, dan udara, serta integrasi perencanaan pembangunan regional.

Gubernur Iqbal menegaskan kesiapan NTB untuk mengambil peran strategis dalam kerja sama tersebut, termasuk memimpin studi kelayakan pengembangan super grid energi terbarukan kawasan Bali–NTB–NTT. 

"Potensi energi surya, angin, air, dan panas bumi di kawasan ini dinilai sangat besar untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mendorong transisi menuju energi bersih," jelasnya 

Sebagai tuan rumah, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyatakan kesiapan daerahnya, menjadi pusat koordinasi kerja sama melalui pembentukan Sekretariat Bersama KR BNN. 

Ia menegaskan pentingnya sekretariat tersebut sebagai rumah bersama bagi kolaborasi yang nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar kesepakatan administratif.

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan bahwa Pulau Dewata, sebagai daerah yang lebih maju di sektor pariwisata dan jasa, siap berperan sebagai hub pariwisata dan ekspor regional. 

Menurutnya, Bali, NTB, dan NTT tidak boleh berkembang secara parsial, melainkan harus dibangun sebagai satu kesatuan kawasan ekonomi dan pariwisata yang saling melengkapi.

Selain penandatanganan perjanjian kerja sama teknis, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan surat pernyataan kesiapan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 oleh Gubernur NTB dan Gubernur Bali.

Surat tersebut ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk komitmen bersama untuk menyelenggarakan PON yang efisien, kolaboratif, dan berbasis kerja sama regional.

Pertemuan ini turut dihadiri para pejabat perangkat daerah dari ketiga provinsi, para bupati dan wali kota, serta Ketua dan Pimpinan DPRD masing-masing provinsi. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menandai dukungan politik dan kelembagaan secara penuh terhadap keberlanjutan KR BNN.

Melalui kerja sama regional ini, ketiga provinsi sepakat mengakhiri pola pembangunan yang bersifat parsial dan bergerak bersama membangun kawasan Bali–Nusra, sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia Timur yang berdaya saing nasional dan internasional, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Editor : Jelo Sangaji
#Kerja Sama #Bali #rute penerbangan #kolaborasi #konektivitas #energi terbarukan #Pembangunan #Gubernur NTB #Pekan Olahraga Nasional (PON) #Mandalika #kerja sama regional #ntt #NTB #ITDC #penyeberangan #i wayan koster