Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Biro Administrasi Pembangunan Rekomendasikan Proyek RS HL Manambai Abdulkadir Dilanjutkan

Yuyun Kutari • Selasa, 3 Februari 2026 | 22:46 WIB
Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda NTB Izzudin Mahili.
Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda NTB Izzudin Mahili.

LombokPost - Pemprov NTB membangun 14 proyek fisik strategis sepanjang tahun 2025. Namun, proyek fisik berupa penambahan fasilitas di Rumah Sakit (RS) HL Manambai Abdulkadir, terpaksa diputus kontrak.

Alasannya, kontraktor tidak menuntaskan pekerjaan, hingga batas waktu yang ditentukan, yakni sampai 31 Desember 2025.

“Memang sudah diputus kontraknya,” kata Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda NTB Izzudin Mahili.

Pemutusan kontrak dilakukan setelah melalui pembahasan bersama tim terkait, termasuk melibatkan pihak Kejaksaan. Proyek yang diputus kontraknya tersebut mencakup beberapa paket pekerjaan.

Rinciannya, pembangunan Gedung Apotek Rawat Inap dengan nilai Rp 480 juta, gedung perawatan Tuberkulosis (TB) dan Paru senilai Rp 5,4 miliar, serta pembangunan Gedung Pediatric Center dengan anggaran Rp 662 juta. 

Meski demikian, pihaknya menyarankan agar pembangunan proyek tersebut dilanjutkan kembali.

“Kami berikan saran seperti itu saat monitoring evaluasi (monev),” kata dia.

Izzudin menilai fasilitas-fasilitas tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung peningkatan status RS HL Manambai Abdulkadir dari tipe C menjadi tipe B, terutama dalam pelayanan TB dan paru yang menjadi salah satu prioritas utama Pemprov NTB. 

Karena RS Manambai Abdulkadir ditargetkan bisa memberikan berbagai layanan kesehatan lanjutan yang selama ini hanya tersedia di RSUD NTB.    

“Fasilitas dari gedung ini sangat dibutuhkan untuk peningkatan status rumah sakit, khususnya pelayanan TB Paru yang menjadi prioritas,” jelasnya. 

Ia menambahkan, apabila pembagunan proyek tersebut kembali dianggarkan di APBD, kemungkinan besar alokasi dana hanya akan mencakup sisa pekerjaan yang belum diselesaikan oleh kontraktor sebelumnya. 

“Anggaran yang disiapkan nantinya kemungkinan hanya untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum tuntas,” tegasnya.

Dirut RS HL Manambai Abdulkadir dr Made Sopan Pradnya Nirartha memastikan keterlambatan penyelesaian proyek pembangunan, tidak memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Gedung yang tengah dibangun tersebut merupakan proyek penambahan fasilitas, sehingga operasional pelayanan utama yang ada saat ini tetap berjalan normal tanpa gangguan.

“Secara umum pelayanan tidak terganggu karena ini sifatnya penambahan layanan,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya tetap berharap ada kelanjutan pembangun fisik bangunan tersebut segera dirampungkan. RS HL Manambai Abdulkadir telah menjalin komunikasi intensif dengan Pemprov NTB, agar tahun ini anggaran bisa dialokasikan.

“Harapan kami, anggaran lanjutan segera dialokasikan agar gedung bisa segera berfungsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tandasnya. 

Editor : Marthadi
#monitoring evaluasi #RSUD NTB #pelayanan kesehatan #rawat inap #kontrak #HL Manambai Abdulkadir #rumah sakit #NTB #Tuberkulosis #proyek pembangunan #Pemprov NTB #proyek strategis