Di sini pemerintah juga akan memperketat pengawasan distribusi, dan harga pangan di seluruh daerah agar masyarakat tidak terbebani lonjakan harga menjelang HBKN.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB Eva Dewiyani menegaskan GPM digelar sebagai langkah intervensi pasar untuk memastikan masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Berbagai komoditas strategis disediakan dalam kegiatan ini, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, telur, bawang merah, bawang putih, cabai, hingga ikan segar. Selain itu, tersedia pula aneka sayuran, buah-buahan, serta produk olahan pangan.
"GPM merupakan program yang secara khusus diarahkan untuk membantu masyarakat menghadapi potensi kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri," terangnya.
Ia menjelaskan, selain menyediakan pangan murah, kegiatan ini juga menjadi sarana pemerintah memastikan pangan yang dijual aman untuk dikonsumsi.
Karena itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB turut melakukan pemeriksaan cepat (rapid test) terhadap sejumlah komoditas yang dipasarkan guna mendeteksi potensi cemaran bahan berbahaya.
Melalui GPM, Pemprov NTB berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga, distribusi lancar, serta daya beli masyarakat terlindungi menjelang momentum Ramadan dan Idul Fitri 2026.
Editor : Kimda Farida