LombokPost - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem dan stunting.
Hal tersebut disampaikan saat mengawali Safari Ramadhan, melalui pertemuan bersama Pendamping Desa Berdaya di aula kantor Desa Barebali, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah (Loteng), Rabu (4/3).
Dalam arahannya, Gubernur Iqbal menyoroti status NTB yang masih bertahan dalam daftar 12 provinsi termiskin di Indonesia. Menurutnya, kegagalan selama ini disebabkan oleh ego sektoral atau kurangnya orkestrasi dalam bekerja.
"Kenapa kemiskinan kita sulit turun? Karena kita sering jalan sendiri-sendiri atau lampak mesak-mesak. Tidak ada kolaborasi yang solid. Saya minta teman-teman pendamping jangan mulai dari nol, rangkul kader Posyandu, PKH, hingga Karang Taruna yang sudah ada di lapangan," tegasnya.
Ia melaporkan adanya 84 kasus stunting dan 250 KK tergolong kemiskinan ekstrem di wilayahnya dan mengusulkan pemekaran wilayah sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas pelayanan publik.
"Kami mengusulkan pemekaran menjadi tiga desa persiapan: Barabali Timur, Barabali Barat, dan Wira Surya. Berkas saat ini sedang diverifikasi di tingkat provinsi, dan kami memohon dukungan Bapak Gubernur agar prosesnya dimudahkan," ujarnya.