Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dokter Jack Wafat, Wartawan NTB Kenang Sosoknya yang Humble dan Terbuka

Yuyun Kutari • Kamis, 12 Maret 2026 | 10:53 WIB

Suasana haru saat jenazah dokter Jack akan disalatkan dan diantar menuju peristirahatan terakhir, di TPU Karang Bedil, Mataram, Rabu (11/3).
Suasana haru saat jenazah dokter Jack akan disalatkan dan diantar menuju peristirahatan terakhir, di TPU Karang Bedil, Mataram, Rabu (11/3).

LombokPost - Kabar duka menyelimuti jajaran Pemprov NTB. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) NTB, Lalu Herman Mahaputra, meninggal dunia di Jakarta pada Selasa malam (10/3) setelah berbuka puasa. 

Kepergian sosok yang akrab disapa Dokter Jack itu, turut meninggalkan duka mendalam bagi kalangan jurnalis di NTB yang selama ini mengenalnya, sebagai pejabat yang terbuka dan mudah berkomunikasi.

Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB, Fahrul Mustofa, mengenang almarhum, sebagai pribadi yang rendah hati dan mudah berkomunikasi dengan wartawan. 
Menurutnya, selama berinteraksi dengan insan pers, Dokter Jack dikenal responsif dan terbuka saat dimintai konfirmasi terkait berbagai isu.

“Beliau sosok yang humble, enak diajak komunikasi, dan cepat merespons ketika dikonfirmasi,” ujar Fahrul. 

Sikap tersebut, lanjutnya, sudah terlihat sejak almarhum menjabat sebagai Direktur RSUD Provinsi NTB, kemudian saat menjadi Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) NTB, hingga ketika dipercaya memimpin Bapenda NTB.

Hal senada juga disampaikan Marham, selaku ketua Forum Wartawan Pemprov NTB. Ia menilai Dokter Jack merupakan pejabat yang terbuka terhadap media dan memiliki hubungan baik dengan para jurnalis. “Saya lihat beliau cukup baik dan terbuka kepada teman-teman jurnalis,” katanya.

Di luar kedekatannya dengan media, Marham juga menilai almarhum sebagai pejabat yang kerap menghadirkan berbagai terobosan ketika dipercaya memimpin sebuah lembaga atau institusi. 
Salah satu yang paling diingat adalah, saat Dokter Jack memimpin RSUD Kota Mataram.

Pada masa kepemimpinannya, rumah sakit tersebut mencatat sejumlah prestasi dan berhasil berkembang menjadi salah satu rumah sakit rujukan di NTB. Terobosan juga terlihat ketika almarhum memimpin RSUD NTB. Saat itu, ia dinilai mampu meningkatkan status atau tipe rumah sakit, sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan kepada pasien.

Sementara ketika dipercaya menjabat sebagai Kepala Bapenda NTB, Dokter Jack memiliki gagasan untuk menjadikan Bapenda sebagai “CEO OPD”. Konsep tersebut dimaksudkan agar Bapenda, berperan sebagai motor penggerak bagi organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemprov NTB, dalam upaya meningkatkan pendapatan dari sektor pajak daerah.

Penunjukannya sebagai kepala Bapenda NTB sempat menimbulkan pertanyaan di sejumlah kalangan. Namun, pengalaman panjangnya memimpin dua rumah sakit besar di NTB diyakini dapat menjadi modal kuat untuk mendorong peningkatan pendapatan daerah.

“Kita berharap pengganti Dokter Jack nanti dapat melanjutkan program dan gebrakan yang sebelumnya telah digagas beliau,” ujar Marham.

Kepergian Lalu Herman Mahaputra menjadi kehilangan bagi banyak pihak, terutama bagi mereka yang pernah bekerja dan berinteraksi langsung dengan almarhum selama mengabdikan diri di berbagai posisi strategis di NTB.

Editor : Jelo Sangaji
#Lalu Herman Mahaputra #Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) #palang merah indonesia (pmi) #Wartawan #Ikatan Motor Indonesia (IMI) #pendapatan daearh #persatuan wartawan indonesia (pwi) #kabar duka #jurnalis #Organisasi Perangkat Daerah (OPD) #RSUD Kota Mataram #NTB