LombokPost - Ribuan jamaah memadati lapangan kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3).
Dalam momentum kemenangan tersebut, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan sambutan sarat makna yang menekankan pentingnya pengendalian diri sebagai fondasi menjaga keseimbangan hidup dan alam.
Di hadapan saf jamaah yang khidmat, Gubernur Iqbal menggarisbawahi bahwa inti ajaran puasa yang diwariskan sejak umat terdahulu adalah kemampuan manusia untuk menahan diri.
Baca Juga: Gubernur Iqbal Tetapkan Tiga Direksi PT Gerbang NTB Emas, Pengesahan Tunggu RUPS Usai Lebaran
Menahan Diri: Syarat Keseimbangan Alam
Menurut Lalu Iqbal, puasa bukan sekadar menahan haus dan lapar, melainkan latihan tingkat tinggi untuk mengontrol ego di segala lini kehidupan.
Menahan diri, lanjutnya, adalah syarat utama dalam menjaga harmoni, baik dalam hubungan antarmanusia maupun dengan alam semesta.
“Bermula dari menahan diri dari haus dan lapar, akhirnya juga menahan diri membeli walau mampu, menahan diri bertindak walau bisa, hingga menahan diri bicara walau mampu. Ini semua demi mengedepankan manfaat di atas mudarat,” tegas Gubernur Iqbal dalam sambutannya.
Ia mengingatkan bahwa dunia tidak diciptakan untuk kepentingan satu orang saja, melainkan untuk umat manusia bersama-sama.
Melalui puasa dan zakat, kesadaran kolektif untuk berbagi harus muncul karena adanya hak orang lain di sekitar kita.
Kemenangan Sejati adalah Karakter
Gubernur yang dikenal dengan visi "NTB Makmur Mendunia" ini menegaskan bahwa Idulfitri adalah garis start untuk membentuk karakter yang lebih kuat. Kemenangan sejati tidak hanya diukur dari selesainya ritual sebulan penuh, tetapi dari transformasi hati yang menjadi lebih peduli dan tangan yang lebih ringan untuk berbagi.
“Kemenangan sejati adalah ketika kita menjadi lebih baik, ketika hati lebih peduli, dan langkah kita lebih kuat untuk membantu sesama. Mari kita jadikan Idulfitri sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial untuk membangun NTB yang lebih makmur,” imbuhnya.
Permohonan Maaf dan Komitmen Pengabdian
Menutup sambutannya, atas nama Pemerintah Provinsi NTB, pribadi, dan keluarga, Lalu Iqbal menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah serta permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Bumi Gora.
Ia berharap nilai-nilai Ramadan dapat memberikan kekuatan bagi seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk terus bekerja dan menghadirkan kesejahteraan nyata di seluruh pelosok Nusa Tenggara Barat.
“Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk terus mengabdi dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat NTB,” pungkasnya.
Editor : Prihadi Zoldic