LombokPost - Kegiatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, terus dipantau perkembangannya oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB.
“Monitoring dan evaluasi ini dilakukan langsung oleh teman-teman dari tim kerja Bidang Perikanan Tangkap, untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan,” terang Kepala Dislutkan NTB Muslim, Kamis (26/3).
Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah (pemda), dalam mengawal pelaksanaan program prioritas pembangunan kawasan pesisir.
Program Kampung Nelayan Merah Putih sendiri bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat nelayan, baik melalui penyediaan infrastruktur dasar, penguatan ekonomi perikanan, peningkatan kualitas lingkungan, maupun pemberdayaan sosial dan budaya masyarakat pesisir.
Kelurahan Bintaro dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program di Kota Mataram, karena wilayah ini merupakan salah satu kantong permukiman nelayan yang masih menghadapi berbagai tantangan.
Di antaranya keterbatasan fasilitas dasar, minimnya akses terhadap teknologi pengolahan hasil perikanan, hingga kondisi lingkungan permukiman yang rentan terhadap abrasi dan banjir rob.
“Dengan adanya program ini, diharapkan mampu memberikan perubahan signifikan bagi masyarakat setempat,” kata Muslim.
Sejumlah fasilitas saat ini, tengah dalam proses pembangunan, meliputi shelter pendaratan ikan yang dilengkapi coolbox, gudang beku, pabrik es, kios perbekalan, kantor pengelola, balai pertemuan, rumah genset, hingga bengkel nelayan.
Fasilitas-fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung aktivitas nelayan secara menyeluruh, mulai dari proses penangkapan hingga distribusi hasil perikanan.
Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, kata Muslim, progres pembangunan fisik hingga saat ini telah mencapai 23 persen. Pengawas konstruksi menyebut capaian tersebut masih sesuai dengan target yang telah direncanakan.
“Kami optimistis pembangunan dapat rampung 100 persen pada akhir Juni 2026,” ujarnya.
Meski demikian, dalam pelaksanaannya masih ditemukan sejumlah kendala, salah satunya terkait pembangunan pabrik es.
Baca Juga: Atasi Abrasi dan Tata Kawasan, Desa Kuranji Dalang Sambut Program Kampung Nelayan Merah Putih
Fasilitas ini dirancang menggunakan teknologi slurry ice atau bubur es berbahan air laut, yang membutuhkan instalasi pipa khusus untuk penyedotan air laut.
Permasalahan muncul karena hingga kini belum ditentukan titik pemasangan jalur pipa yang paling efisien, mengingat jalur tersebut masih berada dalam penguasaan masyarakat.
Menanggapi hal ini, Dislutkan NTB mengusulkan adanya koordinasi intensif antara para pihak terkait.
“Perlu dilakukan koordinasi antara masyarakat terdampak dan pihak kontraktor untuk mencari solusi terbaik. Proses ini dapat difasilitasi oleh Kelurahan Bintaro, Dinas Perikanan Kota Mataram, maupun Dislutkan Provinsi NTB,” ujarnya.
Dengan adanya sinergi antar pemangku kepentingan, diharapkan kendala tersebut dapat segera teratasi sehingga pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat nelayan di Kelurahan Bintaro.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dalam rilis resminya menegaskan, tujuan utama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, adalah memerangi kemiskinan di desa-desa pesisir.
Menurutnya, peningkatan produktivitas nelayan menjadi kunci. Dengan tersedianya sarana produksi dan infrastruktur pendukung, hasil tangkapan diharapkan meningkat signifikan, yang pada akhirnya berdampak pada kenaikan pendapatan masyarakat.
Editor : Kimda Farida