LombokPost - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) NTB akan segera menggelar Musyawarah Daerah (Musda), untuk memilih Ketua periode 2026–2031. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung di Mataram, pada Senin (30/3).
Musda kali ini mengusung tema Bersama ASITA Kita Menuju Pariwisata NTB Mendunia. “Tema ini kami pilih bukan tanpa alasan,” terang Ketua Organising Committee (OC) ASITA NTB Agustin Sasongkowati, saat ditemui, Sabtu (28/3).
Tema tersebut sengaja diselaraskan dengan tagline Pemprov NTB guna memperkuat sinergi dalam memajukan sektor pariwisata daerah.
“Kami ingin tema ini selaras dengan tagline NTB agar dapat berkolaborasi mendukung visi besar Pemprov NTB dalam memajukan pariwisatanya,” kata dia.
Musda ini rencananya akan digelar dari pukul 08.30 – 18.00 Wita, dan secara resmi dibuka Wakil Gubernur (Wagub) NTB Indah Dhamayanti Putri, serta dihadiri oleh Ketua Umum DPP ASITA Nunung Rusmiati, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkup Pemprov NTB, kalangan akademisi, stakeholder pariwisata, hingga para ketua asosiasi di NTB.
Dalam agenda pemilihan ketua, terdapat dua kandidat yang akan bersaing, yakni Sahnan M Rawiya yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASITA NTB periode 2020–2025, serta Sellywati yang menjabat sebagai bendahara pada periode yang sama.
Agustin mengungkapkan, jumlah anggota ASITA NTB saat ini mencapai sekitar 120 orang. Namun, tidak seluruhnya dapat mengikuti Musda karena berbagai alasan, termasuk status keanggotaan yang tidak aktif. Dari jumlah tersebut, sebanyak 75 anggota dinyatakan memenuhi syarat dan memiliki hak suara dalam pemilihan.
“Peserta berasal dari berbagai daerah, termasuk dari luar NTB seperti Bali karena ada kantor cabangnya di sini. Sementara di NTB sendiri, anggota tersebar di berbagai wilayah seperti Bima, Sumbawa, Lombok Tengah, Lombok Utara, dan lainnya,” jelasnya.
Untuk memastikan proses pemilihan berjalan independen dan transparan, panitia menegaskan komitmennya untuk menjaga netralitas. Agustin menekankan panitia hanya bertugas memfasilitasi jalannya kegiatan tanpa memihak kepada salah satu calon.
“Siapapun calon yang terpilih menjadi ketua, kami akan tetap mendukung. Memang tidak bisa dihindari setiap calon memiliki tim sukses, tetapi panitia tidak ikut campur dalam urusan tersebut. Kami hanya memastikan acara berjalan sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Ia juga menambahkan kedua kandidat merupakan bagian dari keluarga besar ASITA, sehingga tidak ada rivalitas yang berlebihan dalam proses pemilihan.
Mekanisme pemilihan sendiri akan dilakukan menggunakan kertas suara resmi berlogo ASITA. Untuk membantu anggota dalam menentukan pilihan, visi dan misi kedua kandidat akan ditampilkan melalui layar LED selama proses berlangsung.
“Hasil undian menetapkan Bu Selly sebagai kandidat nomor satu dan Pak Sahnan nomor dua,” terangnya.
Agustin berharap Musda kali ini dapat menghasilkan pemimpin yang mampu membawa DPD ASITA NTB menjadi lebih baik ke depan, sekaligus menjaga soliditas organisasi.
“Harapan saya, siapapun yang terpilih dapat membawa organisasi semakin maju. Selama ini kami sudah menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah dan semoga kolaborasi ini tetap terjaga, organisasi semakin solid, dan jumlah anggota juga terus bertambah,” pungkasnya.
Editor : Kimda Farida