LombokPost--RS Mandalika kembali mencuri perhatian. Rumah sakit yang berada di kawasan strategis pariwisata ini kini menjadi tujuan magang internasional bagi dokter asal Inggris.
Sebanyak tiga dokter dari University of Birmingham resmi menjalani program International Internship selama empat minggu di RS Mandalika, Senin (30/3).
Kehadiran mereka menjadi bukti meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap kualitas layanan kesehatan di Nusa Tenggara Barat.
Direktur RS Mandalika Oxy Cahyowahyuni, menyambut langsung para peserta dengan penuh antusias.
Ia menyebut program ini sebagai langkah besar dalam memperkuat posisi RS Mandalika di kancah global.
“Kami sangat bangga dan merasa terhormat dipercaya sebagai lokasi internship internasional. Ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia, khususnya NTB,” ujarnya.
Tak sekadar belajar medis, para peserta juga akan merasakan pengalaman budaya lokal Lombok.
Program ini dirancang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga sebagai ajang pertukaran budaya antara tenaga medis dan masyarakat setempat.
Salah satu peserta, Emilly Potter, mengaku terkesan dengan sambutan hangat yang diterimanya sejak tiba di Lombok.
“Kami sangat senang bisa berada di sini. Selama 26 hari ke depan, kami akan belajar langsung melalui observasi sistem pelayanan kesehatan di RS Mandalika,” ungkapnya.
Selama program berlangsung, para dokter akan mengeksplorasi berbagai fasilitas, mulai dari instalasi gawat darurat hingga layanan penunjang medis.
Hal ini memberikan gambaran menyeluruh tentang standar operasional rumah sakit di Indonesia.
Baca Juga: Jaksa Segera Hitung Kerugian Negara di Kasus Korupsi Pengadaan Kapal Banawa 77 Nusantara
Sebagai rumah sakit yang berada di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, RS Mandalika memang memiliki peran vital.
Selain melayani masyarakat lokal, rumah sakit ini juga menjadi rujukan utama dalam berbagai event nasional dan internasional di Lombok.
Program ini sekaligus menegaskan bahwa RS Mandalika tak hanya berfungsi sebagai fasilitas kesehatan, tetapi juga sebagai pusat kolaborasi global di bidang medis.
Ke depan, kerja sama lintas negara seperti ini diharapkan terus berkembang dan membawa peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.
Editor : Kimda Farida