Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dibuka Lagi, Pengelola Gunung Rinjani Perketat Aturan Demi Rinjani Zero Waste

Yuyun Kutari • Jumat, 3 April 2026 | 11:44 WIB
MENDAKI: Suasana pendakian di Gunung Rinjani, Lombok Timur.
MENDAKI: Suasana pendakian di Gunung Rinjani, Lombok Timur.

LombokPost - Aktivitas pendakian di Gunung Rinjani, kembali dibuka 1 April, setelah ditutup selama tiga bulan, 1 Januari hingga 31 Maret. “Penutupan sementara dilakukan karena beberapa faktor penting, mulai dari kondisi cuaca ekstrem hingga kebutuhan pemulihan lingkungan,” terang Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Budhy Kurniawan, Rabu (1/4).

Di momen pembukaan pintu pendakian, tercatat lebih dari 600 tiket pendakian untuk periode 1-4 April telah habis dipesan. Pembatasan jumlah melalui sistem kuota harian diberlakukan oleh Balai TNGR.

Di balik tingginya minat pendakian, Balai TNGR juga menghadapi tantangan terkait pengelolaan sampah yang ditinggalkan pendaki. Pada 2021, jumlah sampah tercatat sebesar 4.736,46 kilogram (kg). Kemudian naik menjadi 9.826,84 kg pada 2022, dan 10.050,47 kg pada 2023.

Baca Juga: Pendakian Rinjani Dibuka, TNGR Perketat Sistem Zero Waste

Lonjakan signifikan terjadi pada 2024 yang mencapai 40.809,54 kg, sebelum akhirnya menurun menjadi 30.359,52 kg pada 2025. “(Ini, Red) jadi atensi juga,” ungkap Budhy. 

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Balai TNGR terus memperkuat Program Go Rinjani Zero Waste, sebagai upaya mengurangi sampah, khususnya plastik, di kawasan taman nasional.

Program ini menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian alam. Salah satu langkah konkret yang diterapkan adalah kewajiban bagi setiap pendaki, untuk mewadahi ulang makanan dan minuman yang dibawa menggunakan wadah yang dapat digunakan kembali. “Kami juga mulai mengembangkan sistem pendataan sampah berbasis digital,” kata dia.

Baca Juga: Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda Merangkap Jadi Aktivis Rinjani Bebas Sampah

Dalam sistem tersebut, setiap pendaki diwajibkan mengisi formulir terkait sampah plastik yang dibawa selama pendakian. Saat ini sistem pendataan masih dilakukan secara manual, namun ke depan akan menggunakan barcode.

Nantinya, pemandu akan mengisi identitas pendaki serta data sampah yang dibawa. Ini akan diperiksa kembali saat pendaki turun di pintu keluar. “Ini aplikasinya sedang dalam masa percobaan,” terangnya.   

Sosialisasi kepada seluruh pihak juga terus digencarkan, mulai dari tour operator (TO), pemandu, hingga porter. “TO punya kewajiban mengingatkan ke guide-nya. Guide pun juga sama, saling mengingatkan ke porternya dan sebagainya. Itu bagian dari menumbuhkan tanggung jawab,” katanya. 

Baca Juga: Ketua Bhayangkari NTB Tinjau Pesantren di Kaki Rinjani

Budhy menegaskan persoalan sampah tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kesadaran dan keterlibatan semua pihak. “Ayo bareng-bareng, semua sepenuhnya,” pungkas dia.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni sempat meninjau langsung penerapan program Rinjani Zero Waste. “Beberapa waktu lalu saat saya berkunjung ke Taman Nasional Gunung Rinjani, menyusuri jalur dari basecamp hingga pos 2 untuk melihat langsung penerapan program Rinjani Zero Waste,” ujarnya dalam salah satu unggahan akun IG miliknya, Maret lalu. 

Ia menegaskan, penerapan prinsip zero waste di kawasan konservasi merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah, kata dia, terus mendorong kebijakan tersebut agar diterapkan di seluruh Taman Nasional (TN) dan Taman Wisata Alam (TWA). “Ini agar keindahan alam, ekosistem, dan satwa di dalamnya tetap terjaga,” katanya. (yun/r6)

Editor : Redaksi
#pendakian gunung rinjani #Balai Taman Nasional #Rinjani Zero Waste #wisata alam lombok #Kuota Pendakian