LombokPost-- Masa libur Lebaran 2026 di Nusa Tenggara Barat (NTB) baru saja usai dengan catatan manis.
Meski mobilitas warga meledak hingga konsumsi bahan bakar pesawat (Avtur) meroket tajam, kelangkaan energi yang dikhawatirkan banyak orang nyatanya tidak terjadi.
Apa rahasia di balik lancarnya arus mudik dan balik di Negeri Seribu Masjid tahun ini?
Rekor Baru Konsumsi Energi di NTB
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus baru saja resmi menutup Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2026.
Baca Juga: Silpa Jadi Penyelamat Pemda KSB di Tengah Efisiensi Anggaran
Data yang dirilis menunjukkan tren konsumsi yang mengejutkan.
Tidak hanya jalan raya yang padat, jalur udara pun "panas".
Berikut adalah rincian kenaikan konsumsi energi di NTB selama periode Satgas:
Avtur: Melonjak drastis hingga 27 persen (akibat tingginya arus penerbangan).
BBM Gasoline (Pertalite/Pertamax): Naik 9,2 persen.
LPG (Gas Melon & Bright Gas): Naik 7,9 persen.
Gasoil (Solar): Tetap naik tipis 1,2 persen meski aktivitas industri sempat libur.
"Pasukan Khusus" di Balik Layar
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Iwan Yudha Wibawa, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini bukan kebetulan.
Pihaknya mengerahkan infrastruktur masif untuk memastikan warga NTB tidak "kehausan" bahan bakar.
"Terimakasih sebesar-besarnya kami ucapkan kepada seluruh stakeholders... serta seluruh tim Pertamina yang siaga penuh, serta keluarga mereka yang turut mendukung kelancaran operasional," ujar Yudha.
Di wilayah NTB saja, Pertamina mengoperasikan:
3 Terminal BBM (Fuel & Integrated Terminal).
111 SPBU dan 5 SPBUN.
93 Agen LPG dan 2 Aviation Fuel Terminal.
Semua fasilitas ini dipantau ketat lewat sistem monitoring digital selama 24 jam nonstop.
Layanan "Jemput Bola" yang Bikin Pemudik Tenang
Bukan cuma stok yang aman, Pertamina juga menyiapkan strategi "tempur" di lapangan untuk mengantisipasi kemacetan parah.
Ahad Rahedi, Area Manager Comm, Rel. & CSR Jatimbalinus, menjelaskan adanya fasilitas tambahan yang sangat membantu pemudik di jalur wisata dan jalur padat:
Motorist/PDS: 5 unit armada motor yang bisa menembus kemacetan untuk mengantar BBM langsung ke lokasi.
SPBU Siaga 24 Jam: 10 titik strategis yang tidak pernah tutup.
Mobil Tangki Standby: 4 unit "kantong" suplai yang siap mengisi stok SPBU yang menipis secara cepat.
Angka Kecelakaan Turun, Apa Hubungannya?
Menariknya, data Polda NTB menunjukkan angka kecelakaan tahun ini mengalami penurunan.
Selain pengaturan lalu lintas yang apik, ketersediaan tempat istirahat yang nyaman di SPBU serta jaminan stok BBM di jalur mudik disebut menjadi faktor penting berkurangnya risiko kecelakaan akibat kelelahan atau kepanikan pengendara.
Dengan berakhirnya Satgas RAFI pada 1 April lalu, Pertamina berkomitmen menjadikan evaluasi tahun ini sebagai modal untuk memberikan layanan yang lebih gila lagi di masa mendatang.
Editor : Kimda Farida