LombokPost - Dalam rangka konsolidasi dan penguatan koordinasi organisasi, serta mendukung optimalisasi pelaksanaan program kerja Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB menggelar rapat di Balai Kriya Provinsi NTB di Jalan Pejanggik Mataram, Rabu (8/4).
Rapat ini dihadiri langsung Ketua Dekranasda Provinsi NTB Sinta Agathia, ketua harian, wakil ketua, sekretaris dan seluruh anggota kepengurusan Dekranasda NTB termasuk komunitas perajin.
Ketua Dekranasda NTB yang akrab disapa Bunda Sinta mengungkapkan, rapat awal ini digelar sebagai media koordinasi dan konsolidasi dalam memperkuat keberadaan Dekranasda NTB.
Dijelaskan, Dekranasda NTB berkontribusi dalam memfasilitasi pengembangan kapasitas dan sebagai fasilitator bagi peningkatan kualitas produk kerajinan asal NTB.
Tujuannya agar tidak saja diakui secara lokal, regional, dan nasional namun juga mengglobal dan mendunia.
Bunda Sinta yang juga menjabat Ketua TP PKK Provinsi NTB ini memberikan penekanan dalam pembentukan struktur baru kepengurusan Dekranasda Provinsi NTB.
Menurut Bunda Sinta, kepengurusan baru ini tidak berarti mengabaikan struktur keanggotaan pengurus lama. Kepengurusan baru yang terbentuk juga melibatkan sejumlah OPD lingkup Provinsi NTB, kalangan akademisi, dan komunitas kreatif.
Pembentukan kepengurusan baru yang lebih lengkap dan kompeten sesuai bidang tugasnya masing-masing, menjadi starting point dan fondasi kuat bagi pelaksanaan seluruh program kerja Dekranasda NTB ke depan untuk terus lebih baik dan progresif.
Selain itu, Dekranasda NTB ke depan diharapkan dapat menjadi ruang diskusi bagi penggalian ide usaha kreatif bagi promosi kerajinan. Serta pemetaan potensi kerajinan lokal NTB seperti tenun, gerabah, anyaman, mutiara, dan lainnya.
“Hal ini dilakukan sebagai bahan promosi pasar dalam dan luar negeri melalui pameran, platform digital, dan misi dagang ekspor,” kata Bunda Sinta.
Dekranasda NTB juga bisa memfasilitasi pelaksanaan inkubasi wirausaha kerajinan di lingkup institusi pendidikan seperti SMA, SMK ataupun SLB.
Program kunjungan kerja Dekranasda NTB ke sekolah juga menjadi agenda ke depan. Tujuannya, untuk bisa melaksanakan workshop, mentoring oleh pelaku usaha, dan pendampingan produksi hingga pemasaran awal.
“Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk menumbuhkan jiwa wirausaha kerajinan sejak dini,” katanya.
Bunda Sinta juga berharap Dekranasda NTB bisa melakukann penguatan identitas kerajinan lokal di kancah internasional melalui standardisasi produk, pendaftaran kekayaan intelektual, branding profesional dan partisipasi pameran internasional untuk membangun citra kerajinan NTB yang bisa dikenal global.
Bunda Sinta juga menyinggung Program Desa Berdaya yang terintegrasi dengan desa pariwisata dengan potensi kerajinan yang ada di desa setempat.
Penguatan kerajinan daerah dalam Program Desa Berdaya bisa dilakukan melalui pendampingan teknis, pelatihan perajin desa, dan fasilitasi akses pemasaran guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Pada kesempatan yang sama, Bidang Humas dan Promosi Dinas Kominfotik NTB diminta untuk terus fokus pada promosi dan publikasi, branding produk, serta media dan komunikasi.
Program ini diarahkan untuk meningkatkan visibilitas produk kerajinan NTB melalui digital marketing, kampanye produk lokal, dan publikasi media secara terstruktur dan berkelanjutan. (lil/diskominfotikntb/r3)
Editor : Redaksi