LombokPost - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal melantik Abul Chair sebagai sekda NTB dalam prosesi yang berlangsung di Mataram, Kamis (9/4). Pengangkatan Abul Chair didasarkan pada Surat Keputusan Presiden Nomor 29/TPA/2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya di lingkungan Pemprov NTB.
Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menekankan posisi sekda bukan sekadar jabatan administratif. Melainkan memiliki peran sentral dalam memastikan jalannya pemerintahan secara efektif dan efisien.
Ia menggambarkan sekda sebagai figur kunci yang mengendalikan operasional internal pemerintahan sehari-hari. “Jabatan sekda ini sangat strategis. Kalau di perusahaan, ini seperti CEO untuk urusan internal. Jadi gubernur ke dalam itu adalah sekda, karena yang sehari-hari mengendalikan operasi Pemprov NTB adalah sekda,” terangnya.
Baca Juga: Sekda NTB Abul Chair Ajak Semua Pihak Kolotan: Komit, Loyal, dan Militan Bangun Bumi Gora
Iqbal juga menyampaikan keyakinannya terhadap kemampuan Abul Chair. Khususnya dalam pembenahan tata kelola birokrasi dan keuangan.
Sebelumnya Abul Chair menjabat kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur sejak 2023. Ini menjadi modal penting untuk mendorong reformasi di tubuh pemerintahan.
“Kami optimis keinginan kita semua untuk membenahi tata kelola birokrasi dan tata kelola keuangan ini akan terwujud dalam waktu dekat,” kata dia.
Lebih lanjut diterangkan, satu tahun terakhir, fokus pemerintahannya masih pada tahap konsolidasi dan penataan fondasi pembangunan. Ia secara sadar memilih untuk tidak tergesa-gesa dalam mengeksekusi program, melainkan memastikan kesiapan sistem terlebih dahulu.
“Saya memilih tidak berlari dengan suasana rapuh. Lebih baik berjalan sedikit lebih pelan, tetapi dengan fondasi yang kuat,” jelasnya.
Dengan dilantiknya Sekda definitif, Iqbal menyatakan fondasi Pemprov NTB sekarang telah cukup kokoh untuk melangkah lebih cepat. Ia pun berencana untuk mulai lebih aktif menjalankan agenda-agenda strategis di luar kantor. Itu sebagai bagian dari upaya membawa NTB ke tingkat yang lebih luas. “Mungkin kita akan jarang bertemu, pak sekda lebih banyak di kantor, saya akan lebih banyak ke luar,” katanya.
Di akhir sambutannya, Iqbal mengajak seluruh jajaran untuk membangun NTB bersama-sama. Ia menggunakan analogi dalam ajaran Islam untuk menggambarkan pentingnya kerja kolektif. “Kalau kita salat sendiri pahalanya satu, kalau berjamaah 27 kali lipat,” ungkapnya.
Baca Juga: Resmi! Gubernur Iqbal Lantik Abul Chair sebagai Sekda NTB Definitif
Ia berharap seluruh upaya dan niat baik dalam membangun daerah dapat dimudahkan Tuhan Yang Maha Esa. Tak lupa, gubernur menyampaikan ucapan selamat datang kepada Abul Chair. “Terima kasih untuk semua pihak yang telah menjadi back up selama kita belum memiliki Sekda definitif,” tandasnya.
Sekda NTB Abul Chair menegaskan tantangan yang dihadapi Pemprov NTB ke depan tidaklah ringan. Ia menyoroti sejumlah isu krusial yang harus menjadi perhatian bersama. Mulai dari menjaga pertumbuhan daerah di tengah tekanan fiskal, hingga memastikan kualitas layanan dasar tetap terjaga.
Ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat tata kelola pemerintahan agar tidak terjadi ketimpangan dalam pelaksanaan pembangunan. “Bagaimana menjaga pertumbuhan di tengah tekanan fiskal, memastikan layanan dasar tetap berjalan, dan yang paling penting adalah mengelola risiko tata kelola,” jelas dia.
Menurutnya, fokus terhadap pertumbuhan ekonomi saja tidak cukup, jika tidak diimbangi dengan tata kelola yang baik. Ia mengingatkan adanya potensi risiko apabila pembangunan tidak dijalankan secara seimbang. “Jangan sampai kita fokus pada pertumbuhan, tapi kemudian jebol di tata kelola. Atau kita fokus pada pertumbuhan, tapi risiko fiskal tidak tertangani,” tegasnya.
Abul Chair juga menekankan upaya menghadapi berbagai tantangan tersebut tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Butuh kerja sama dan soliditas seluruh elemen pemerintahan. “Ini tentu bukan kerja sendirian. Pesannya jelas, jangan bercerai-berai. Ayo kita bersatu,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk memiliki rasa kepemilikan terhadap NTB demi kemajuan bersama. “Saya dilantik bukan untuk menjadi, tapi untuk memiliki NTB. Bukan dimiliki NTB, tapi kita memiliki NTB bersama-sama,” ungkapnya.
Dengan semangat tersebut, Abul Chair mengajak seluruh jajaran untuk bekerja bersama mewujudkan NTB yang lebih baik. “Mari kita bersama-sama membangun NTB,” pungkasnya.
Editor : Akbar Sirinawa