LombokPost - Sejumlah negara menyatakan minatnya untuk melakukan kerja sama dalam berbagai bidang dengan Pemerintah Provinsi NTB. Salah satunya pemerintah Jepang.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyambut baik keinginan pemerintah Jepang untuk bekerja sama di berbagai bidang.
Dalam pertemuan dengan Konsulat Jenderal Jepang, Miyakawa Katsutoshi di ruang kerja Kantor Gubernur, Senin (20/4), Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memaparkan beberapa potensi kerja sama. Seperti sektor tenaga kerja, pariwisata, dan investasi industri pengolahan serta energi.
Baca Juga: Gubernur Iqbal Paparkan Strategi Ketahanan Pangan dan Pengentasan Kemiskinan
“NTB memiliki semua yang dibutuhkan. Kami menunggu adanya kerja sama dan pembicaraan lanjutan dengan pemerintah dan pelaku usaha dari Jepang,” kata Gubernur NTB Miq Iqbal di hadapan Konjen Jepang.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Kepala Bappeda NTB, Kadis Pariwisata NTB, Kadis Naker NTB, dan Kadis PTMPTSP NTB yang mendampingi Gubernur Miq Iqbal sekaligus memberikan gambaran umum tentang potensi NTB.
Selain memaparkan potensi NTB di sektor perikanan sampai pariwisata, Gubernur Miq Iqbal juga menjelaskan arah kebijakan pembangunan yang mendukung hadirnya investasi dan kerjasama lain seperti perdagangan dan tenaga kerja.
Pertemuan tersebut juga menjadi momen bertukar informasi tentang kelayakan bisnis dan inovasi kerjasama dari yang telah ada selama ini.
Misalnya, pengiriman tenaga kerja ke Jepang dengan pola pembiayaan bank daerah bekerjasama dengan bank Jepang. Termasuk kerja sama langsung dengan universitas Jepang dengan pola beasiswa pendidikan yang lulusannya langsung direkrut oleh perusahaan.
Di sektor pariwisata, Gubernur Miq Iqbal menjelaskan kesiapan infrastruktur dan beberapa destinasi yang belum digarap maksimal untuk investasi.
Sedangkan di sektor energi, Provinsi NTB menawarkan kerja sama pertambangan dan energi hijau. Seperti listrik tenaga matahari yang potensial juga untuk daerah sekitar seperti Bali dan NTT.
Sementara itu, Konjen Jepang Miyakawa dalam pertemuan tersebut antusias menyampaikan keinginan pemerintah Jepang untuk bekerjasama dengan NTB. Serta menggali informasi yang dibutuhkan terkait izin, situasi terkini, dan infrastruktur.
Konjen Jepang Miyakawa juga menjelaskan beberapa hal terkait perkembangan Jepang dalam hal masyarakat, bisnis, dan kebijakan pemerintahnya.
“Selama ini, Jepang memang masih mengarahkan lebih banyak investasi ke Bali. Begitupula dengan trend wisata masyarakat. Namun kami melihat, NTB bisa menjadi partner kerja sama yang layak dalam beberapa hal,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Pembangunan Internasional Kanada, Randeep Singh Sarai juga melakukan pertemuan dengan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Dalam pertemuan tersebut, Randeep Sarai membahas penguatan kerja sama kemitraan (partnership) yang setara dan berkelanjutan dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor kesehatan, serta perluasan akses pasar bagi produk unggulan NTB.
"Banyak potensi yang akan mereka garap. Hari ini membahas potensi penangkapan ikan, pariwisata dengan investasi seaplane, vallet PT STM di Dompu serta program program sosial seperti lingkungan dan pemberdayaan perempuan yang segera akan ditindaklanjuti oleh Kedutaan Besar Kanada,” kata Gubernur Miq Iqbal.
Dalam kesempatan tersebut, Randeep Singh Sarai menekankan, program sosial yang akan dikerjakan adalah bagian dari program kesetaraan kesejahteraan melalui pendidikan, kesehatan dan pelatihan keterampilan.
“Program sosial ini akan kami lakukan dalam waktu dekat seperti yang kami lakukan di negara negara Asia dan Amerika lainnya. Kami memilih Lombok karena memiliki populasi dan wilayah besar di Asia Pasifik selain investasi energi dan lainnya,” katanya.
Selain itu, peluang kolaborasi di bidang energi bersih, hilirisasi industri pangan dan pengembangan mineral kritikal.
Menurut Randeep Singh Sarai, kerja sama ini tidak lagi berfokus pada skema bantuan semata. Melainkan pada pola kemitraan yang menandai babak baru penguatan hubungan antara NTB dan Kanada yang berorientasi strategis dan saling menguntungkan. (lil/kominfotikntb)
Editor : Redaksi