LombokPost--Warga Nusa Tenggara Barat diminta meningkatkan kewaspadaan.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi ZAM mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada 26 hingga 30 April 2026.
Dalam rilis resminya, BMKG mengungkap adanya dinamika atmosfer yang cukup signifikan dan berpotensi memicu peningkatan curah hujan di hampir seluruh wilayah NTB.
Kondisi ini dipengaruhi oleh aktifnya gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuator dan Madden-Julian Oscillation (MJO), serta kelembapan udara yang tinggi dari lapisan bawah hingga atas.
“Situasi ini mendukung terbentuknya awan konvektif yang berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, bahkan sangat lebat di beberapa wilayah,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi ZAM, Satria Topan Primadi.
Hampir Seluruh NTB Berpotensi Diguyur Hujan Lebat
Wilayah terdampak meliputi Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, hingga Pulau Sumbawa seperti Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima.
Baca Juga: Polda NTB Dorong Pembentukan Satres PPA-PPO di Polres
Bahkan pada tanggal tertentu, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat diperkirakan terjadi di sejumlah daerah seperti Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, hingga Bima.
Kondisi ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang, terutama di wilayah rawan.
Gelombang Laut Ikut Menguat
Tak hanya di darat, BMKG juga mengingatkan potensi gelombang laut dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter di sejumlah perairan selatan NTB, termasuk Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas, hingga Samudera Hindia selatan NTB.
Sementara itu, gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter juga berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian utara dan Selat Sape.
BMKG Minta Warga Jangan Anggap Remeh
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun siaga. Warga diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi dan tidak mudah percaya pada kabar yang belum terverifikasi.
Baca Juga: Polisi Diminta Perkuat Rangkaian TPPU, Jaksa Kembalikan Berkas Perkara AKBP Didik
“Pastikan selalu mendapatkan informasi dari sumber resmi BMKG agar bisa mengambil langkah antisipasi yang tepat,” tegas Satria.
Dengan potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung beberapa hari ke depan, masyarakat di NTB diharapkan lebih berhati-hati dalam beraktivitas, terutama di wilayah rawan bencana dan perairan terbuka.
Editor : Kimda Farida