LombokPost--Upaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar naik kelas terus digencarkan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Barat, I Gusti Putu Milawati, menegaskan pentingnya perlindungan hukum dan penguatan merek sebagai kunci bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Hal itu disampaikan dalam talkshow bertajuk “Merajut Mimpi untuk Para Pelaku UMKM Berdasarkan Tren dan Kebutuhan Naik Kelas” yang digelar Persit Kartika Chandra Kirana di Hotel Golden Palace Mataram, Selasa (28/4).
Kegiatan ini dibuka Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Wira Bakti 162 PDIX/Udayana, Endang S. Arif.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu menjadi ruang belajar bagi pelaku UMKM, khususnya dalam memperkuat branding produk dan memperluas peluang usaha.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dekranasda NTB, Sinta Agathia Iqbal, menegaskan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, NTB membutuhkan lebih banyak pelaku usaha yang mampu meningkatkan taraf ekonomi, baik secara individu maupun kolektif.
“UMKM harus konsisten menjaga kualitas produk, membangun kolaborasi, serta aktif mempromosikan produknya agar dikenal lebih luas,” ujarnya.
Baca Juga: PCI NTB Sentil Langkah Pemprov yang Lamban, Persiapan PON 2028 Diminta Segera Dimatangkan
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi terhadap selera pasar tanpa meninggalkan identitas produk. Peran Persit dalam menghidupkan ekosistem UMKM pun mendapat apresiasi.
Sementara itu, Kakanwil Kemenkum NTB menyoroti aspek yang kerap diabaikan pelaku usaha, yakni perlindungan hukum. Ia menegaskan bahwa negara hadir memberikan jaminan melalui berbagai instrumen, termasuk pendaftaran Perseroan Perorangan dan Kekayaan Intelektual (KI).
“Salah satu langkah penting bagi UMKM adalah mendaftarkan merek. Ini bukan sekadar formalitas, tetapi perlindungan nyata bagi usaha,” jelasnya.
Menurutnya, merek bukan hanya identitas, tetapi juga aset strategis yang mampu meningkatkan kepercayaan dan loyalitas konsumen. Di tengah persaingan yang semakin ketat, merek menjadi pembeda sekaligus kekuatan utama produk di pasar.
Melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM diharapkan semakin memahami pentingnya legalitas usaha dan perlindungan merek.
Baca Juga: Dudung Jadi Kepala KSP, Qodari Pimpin Bakom: KSP Bakal Buka Laporan 24 Jam dari Masyarakat
Dengan fondasi tersebut, UMKM diyakini mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas, sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Editor : Kimda Farida