Di tengah sorot mata dunia pada ajang GT World Challenge Asia (GTWCA) 2026, Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok merayakan satu dekade pengabdiannya dengan sebuah "hadiah terindah" yang menggetarkan panggung internasional.
Minggu, 3 Mei 2026, bukan sekadar hari balapan. Itu adalah momen ketika kreativitas anak bangsa meledak dalam sebuah pertunjukan kolosal bertajuk "Mandalika Wonderful Indonesia".
Di bawah arahan Sirajuddin, sang arsitek kreatif yang juga Direktur Mandalika International Festival (MIF) sekaligus Vice President APIEM UK, upacara pembukaan disulap menjadi teater terbuka yang megah.
Poltekpar Lombok membuktikan kualitasnya sebagai center of excellence global dengan mengerahkan ratusan mahasiswa terbaiknya untuk menguasai sirkuit, bukan sebagai penonton, melainkan sebagai detak jantung acara.
Mulai dari Umbrella Girls SASAMBO yang tampil memukau dengan balutan etnik modern, hingga para pembawa bendera yang berbaris dengan gagah, setiap elemen memancarkan aura profesionalisme tingkat tinggi yang menyatu dengan kemewahan otomotif.
Baca Juga: Race 1 GT World Challenge Asia 2026, Dominasi Audi, Sean Gelael Tembus Podium
Puncak spektakuler terjadi saat MIF meluncurkan aset kreatif yang akan menjadi legenda baru pariwisata Indonesia.
Yakni 6 Kostum Ikonik, karya seni berjalan yang memadukan fantasi dan tradisi, dipamerkan untuk pertama kalinya di hadapan audiens global.
Dan juga dua lagu kebangsaan Pariwisata berjudul "Mandalika Wonderful Indonesia" dan "C++ Indonesia" yang membahana di seluruh sudut sirkuit, menciptakan identitas audio yang tak terlupakan bagi siapa pun yang mendengarnya.
Suasana semakin magis ketika 265 talenta dari seantero Lombok hingga Bima tumpah ruah ke lintasan. Dentuman perkusi Drumband IPDN Praya beradu dengan suara magis Mamiq Saibi yang melantunkan legenda Putri Mandalika, menciptakan atmosfer yang merinding, sebuah jembatan antara masa lalu yang sakral dan masa depan yang futuristik.
Kehadiran Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Gubernur NTB, dan para petinggi MGPA serta ITDC menjadi pengakuan nyata atas keberhasilan sinergi ini. Poltekpar Lombok, di usianya yang ke-10, telah berhasil mengawinkan pendidikan vokasi dengan industri hiburan kelas dunia.
Ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah pernyataan tegas bahwa Indonesia, melalui tangan-tangan terampil pemuda NTB, mampu menyelenggarakan event berskala planet dengan standar estetika yang tak tertandingi.
Di bawah terik matahari Mandalika, sejarah baru telah ditulis, bahwa di lintasan balap tercepat di Asia, budaya Indonesia tetap menjadi juara yang paling bersinar.
Editor : Siti Aeny Maryam