Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Izin Ekspor Konsentrat PT AMNT Berakhir, Saatnya NTB Andalkan Smelter

Yuyun Kutari • Selasa, 5 Mei 2026 | 09:52 WIB
HASIL BUMI: Truk PT AMNT terlihat mengangkut material di area Batu Hijau yang terletak di Desa Tongo Sejorong, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat. (IST/LOMBOK POST)
HASIL BUMI: Truk PT AMNT terlihat mengangkut material di area Batu Hijau yang terletak di Desa Tongo Sejorong, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost - Pemprov NTB memastikan izin ekspor konsentrat milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), telah berakhir pada April 2026.

Izin tersebut sebelumnya berlaku selama enam bulan sejak 31 Oktober 2025 dengan kuota ekspor mencapai 480.000 dry metric ton (dmt). 

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB Samsudin mengungkapkan, berakhirnya izin ekspor ini sejalan dengan kondisi operasional smelter milik perusahaan yang kini telah berjalan optimal.

“Berdasarkan hasil koordinasi dan konfirmasi dengan PT AMNT, smelter yang selama ini sempat mengalami permasalahan, saat ini sudah berjalan sesuai yang diharapkan,” terangnya, Senin (4/5). 

Baca Juga: Kanwil Kemenkum NTB Beri Penghargaan Peduli Kekayaan Intelektual untuk Kabupaten Sumbawa dan PT AMNT

Dengan beroperasinya smelter secara maksimal, menjadi langkah penting dalam mendorong hilirisasi industri pertambangan di NTB.

Konsentrat yang sebelumnya diekspor sebagai bahan baku, kini dapat diolah menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi. 

“Kalau konsentrat itu kan bahan baku. Ketika sudah masuk ke smelter, berarti menjadi barang jadi atau setengah jadi. Proses hilirisasi ini yang kita harapkan, karena jelas menghasilkan nilai produk yang lebih tinggi,” jelasnya.

Hilirisasi juga berdampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja yang akan meningkat, produk bernilai tinggi bertambah, serta perputaran ekonomi menjadi lebih cepat. Sehingga kondisi tersebut dinilai jauh lebih baik dibandingkan hanya menjual bahan baku berupa konsentrat.

Samsudin menepis kekhawatiran penurunan angka pertumbuhan ekonomi NTB, seiring berhentinya ekspor konsentrat.

Sebaliknya, dia optimis keberadaan smelter yang beroperasi optimal justru menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi. Terutama melalui peningkatan nilai jual produk di pasar internasional maupun domestik.

Kemudian pendapatan asli daerah (PAD) pun diprediksi akan menerima dampak positif yang signifikan.

Samsudin menjelaskan peningkatan nilai produk akan berkontribusi langsung pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang nantinya berimbas pada Dana Bagi Hasil (DBH) NTB 2027. 

"Karena nilai akhirnya adalah produk yang dijual secara internasional maupun lokal. Jika nilai ekonominya lebih tinggi, maka PAD dan DBH-nya otomatis ikut meningkat,” bebernya. 

Baca Juga: Smelter Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi NTB

Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan adanya kebijakan relaksasi dari Kementerian ESDM. Terutama apabila di kemudian hari terjadi kendala operasional pada smelter.

Namun, Pemprov NTB tetap berharap operasional smelter PT AMNT dapat terus berjalan lancar tanpa hambatan berarti. “Kita doakan agar tetap lancar dan produktif sehingga pendapatan bagi negara dan daerah terus meningkat. Mudah-mudahan tidak ada lagi kondisi force majeure ke depan," pungkasnya.

Dikutip melalui siaran resminya, Direktur Utama PT AMMAN Arief Sidarto menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga kinerja smelter tetap stabil. Juga andal, dan berkelanjutan di tengah dinamika global yang penuh tantangan.

“Pada saat yang sama, inisiatif ekspansi kami yang lebih luas, termasuk CCPP, fasilitas regasifikasi LNG, dan ekspansi pabrik konsentrator, diharapkan semakin meningkatkan ketahanan operasional dan daya saing jangka panjang kami,” jelasnya.   

Ia menambahkan, perusahaan juga terus mencermati ketidakpastian geopolitik global. Kondisi ini disebut, telah berkontribusi terhadap kenaikan biaya energi serta sejumlah biaya lainnya sejak Maret.

“Kami yakin bahwa prospek jangka panjang tembaga dan emas tetap kuat, sehingga menempatkan AMMAN, pada posisi yang baik untuk pertumbuhan berkelanjutan,” jelasnya.  

Editor : Kimda Farida
#pertambangan #Smelter #ekspor konsentrat #amman mineral nusa tenggara #Dana Bagi Hasil