LombokPost - Pemprov NTB terus bergerak mematangkan langkah strategis sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028. Terbaru, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB Baiq Nelly Yuniarti telah menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan bersama NTT dan Jakarta, Senin (4/5).
Pertemuan tersebut menjadi ajang krusial sinkronisasi pembagian cabang olahraga (cabor). Serta memastikan kesiapan infrastruktur sebelum diputuskan secara resmi dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KONI mendatang.
“Kemarin itu baru persiapan Rakornas, jadi nanti setelah itu baru kan rilis hasilnya,” terangnya, Jumat (8/5).
Baca Juga: PCI NTB Sentil Langkah Pemprov yang Lamban, Persiapan PON 2028 Diminta Segera Dimatangkan
Dirinya menyebut ketiga daerah, telah melakukan pembahasan awal mengenai pembagian cabor, meski hingga kini belum sepenuhnya final. NTB pada prinsipnya siap menjadi tuan rumah dan melihat momentum ini sebagai kesempatan penting bagi daerah. “Kalau tidak sekarang kapan lagi NTB jadi tuan rumah,” katanya.
Dijelaskan Nelly, masih terdapat beberapa cabang olahraga yang menjadi pembahasan bersama karena mempertimbangkan kesiapan venue di masing-masing daerah.
Sejumlah cabor diproyeksikan berlangsung di DKI Jakarta karena keterbatasan fasilitas di NTB maupun NTT. “PB Pusat betul-betul mempertimbangkan venue itu harus clear and clean. Jangan ada kasus sengketa dan sebagainya,” kata mantan kepala Dinas Perdagangan (Disdag) NTB tersebut.
Ia mencontohkan, lokasi surfing di NTT, masih menghadapi persoalan lahan yang belum sepenuhnya tuntas dengan pihak perusahaan terkait di sana. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan evaluasi dilakukan.
Di sisi lain, NTB juga mengusulkan cabor baru dalam PON XXII. Salah satu usulan yang didorong langsung oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal adalah memasukkan Rinjani100 sebagai bagian dari cabor yang dipertandingkan, sebagai bagian dari pengembangan potensi olahraga daerah.
Baca Juga: Persiapan Porprov XII NTB: Cabor Cricket Gelar Latihan Bareng Skala Besar
Nelly menyebutkan, saat ini keputusan final masih menunggu hasil Rakornas KONI. Meski demikian, ia optimistis persiapan di NTB sudah mencapai sekitar 90 persen. “Tinggal keputusan Rakornas besok,” katanya.
Terkait dukungan anggaran, Pemprov NTB telah mengajukan kebutuhan dana sebesar Rp 355 miliar untuk tahun 2027. Anggaran tersebut difokuskan untuk penataan dan peningkatan venue olahraga di NTB. “Kita sudah mengajukan Rp 355 miliar untuk penataan venue di NTB saja,” jelas Nelly.
Pengajuan anggaran tersebut masih khusus untuk tahap persiapan 2027. Sedangkan kebutuhan anggaran pelaksanaan pada 2028 akan dihitung kembali kemudian. Menurutnya, kebutuhan anggaran tersebut masih lebih kecil dibanding pelaksanaan PON sebelumnya di Sumatra Utara dan Aceh yang masing-masing disebut mencapai sekitar Rp 700 miliar.
Bappeda berharap ajang olahraga nasional tersebut tidak hanya berdampak pada pembangunan infrastruktur olahraga. Tapi juga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi dari NTB.
“Kita mengundang seluruh Indonesia. Mudah-mudahan dengan itu akan memunculkan atlet-atlet luar biasa dari NTB,” tandasnya.
Baca Juga: KONI NTB dan Jakarta Perkuat Sinergi Persiapkan PON XXII/2028
Sebelumnya, Sekda NTB Abul Chair mengatakan setiap fasilitas olahraga yang akan digunakan wajib memenuhi standar teknis nasional. Atau bahkan internasional sesuai dengan spesifikasi masing-masing cabor.
Editor : Akbar Sirinawa