Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Menyongsong Sensus Ekonomi 2026: Memotret Transformasi Ekonomi Nasional

Nurul Hidayati • Minggu, 10 Mei 2026 | 14:31 WIB
Ilustrasi Sensus Ekonomi 2026 (Generated Gemini Ai)
Ilustrasi Sensus Ekonomi 2026 (Generated Gemini Ai)

LombokPost – Langkah besar untuk memetakan kekuatan ekonomi Indonesia kembali disiapkan.

Badan Pusat Statistik (BPS) akan menggelar hajatan besar sepuluh tahunan, yakni Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).

Pendataan ini diproyeksikan menjadi potret paling akurat untuk melihat transformasi ekonomi nasional, termasuk di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca Juga: Jelang Sensus Ekonomi 2026, Dilakukan Sinkronisasi Awal Data UMKM

Kepala BPS NTB, Wahyudin, mengungkapkan bahwa SE2026 merupakan program pendataan ekonomi terbesar dan paling lengkap di Indonesia.

Hasil dari SE2026 ini akan sangat bermanfaat bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan strategis.

"Serta bagi pelaku usaha untuk menyusun strategi bisnis yang tepat," ujarnya merujuk pada urgensi sensus tersebut.

Baca Juga: Pendaftaran Online Dibuka Mulai Februari! Simak Cara Jadi Petugas Sensus Ekonomi 2026 Bergaji Hingga Rp 5 Juta per Bulan

Tren Pertumbuhan Usaha

Berdasarkan data historis, jumlah usaha di Indonesia terus mengalami peningkatan signifikan.

Pada 2006, tercatat ada 22,73 juta usaha, yang kemudian melonjak menjadi 26,71 juta usaha pada 2016.

Baca Juga: Ini Jadwal Lengkap Rekrutmen Petugas Sensus Ekonomi 2026, Gajinya Sampai Rp 5 Juta per Bulan

Untuk tahun 2026, BPS mengantisipasi adanya dinamika baru seiring dengan perkembangan teknologi dan pergeseran perilaku ekonomi.

Melihat sebaran wilayah pada sensus sebelumnya (SE2016), Pulau Jawa masih mendominasi dengan 60,74 persen usaha.

Sementara itu, wilayah Bali dan Nusa Tenggara menyumbang sekitar 5,68 persen dari total usaha nasional.

Dari sisi kategori, sektor perdagangan dan reparasi kendaraan masih menjadi motor utama dengan pangsa 46,17 persen, disusul sektor akomodasi dan penyediaan makan minum sebesar 16,72 persen.

Fokus pada Ekonomi Masa Depan

Wahyudin menjelaskan bahwa SE2026 tidak hanya sekadar menghitung jumlah unit usaha, tetapi juga memotret karakteristik usaha modern.

Snapshot SE2026 akan mencakup aspek-aspek krusial seperti: Ekonomi Digital, Ekonomi Hijau, dan Ekonomi Biru. Struktur ekonomi dan skala usaha. Kinerja dan daya saing usaha. Permodalan serta investasi.

Sensus ini nantinya akan mencakup seluruh jenis usaha, mulai dari skala mikro, kecil, menengah, hingga besar. Namun, terdapat pengecualian untuk kategori sektor Pertanian, Kehutanan, Perikanan (Kategori A), Administrasi Pemerintahan (Kategori O), serta Aktivitas Rumah Tangga sebagai Pemberi Kerja (Kategori T)

Ajakan Partisipasi

Pelaksanaan SE2026 akan dilakukan di seluruh wilayah Indonesia sepanjang tahun 2026. Masyarakat dan pelaku usaha diharapkan mulai menyiapkan informasi dasar terkait usaha atau perusahaan mereka. 

"Kami menghimbau para pelaku usaha untuk memberikan jawaban yang jujur dan apa adanya kepada petugas, atau bisa juga mengisi kuesioner secara mandiri melalui jalur online yang disediakan," pungkas Wahyudin menekankan pentingnya partisipasi publik demi data yang berkualitas.

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#se2026 #BPS #publik #usaha #Sensus Ekonomi 2026