LombokPost – Langkah besar untuk memetakan kekuatan ekonomi Indonesia kembali disiapkan.
Badan Pusat Statistik (BPS) akan menggelar hajatan besar sepuluh tahunan, yakni Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).
Pendataan ini diproyeksikan menjadi potret paling akurat untuk melihat transformasi ekonomi nasional, termasuk di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Baca Juga: Jelang Sensus Ekonomi 2026, Dilakukan Sinkronisasi Awal Data UMKM
Kepala BPS NTB, Wahyudin, mengungkapkan bahwa SE2026 merupakan program pendataan ekonomi terbesar dan paling lengkap di Indonesia.
Hasil dari SE2026 ini akan sangat bermanfaat bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan strategis.
"Serta bagi pelaku usaha untuk menyusun strategi bisnis yang tepat," ujarnya merujuk pada urgensi sensus tersebut.
Tren Pertumbuhan Usaha
Berdasarkan data historis, jumlah usaha di Indonesia terus mengalami peningkatan signifikan.
Pada 2006, tercatat ada 22,73 juta usaha, yang kemudian melonjak menjadi 26,71 juta usaha pada 2016.
Baca Juga: Ini Jadwal Lengkap Rekrutmen Petugas Sensus Ekonomi 2026, Gajinya Sampai Rp 5 Juta per Bulan
Untuk tahun 2026, BPS mengantisipasi adanya dinamika baru seiring dengan perkembangan teknologi dan pergeseran perilaku ekonomi.
Melihat sebaran wilayah pada sensus sebelumnya (SE2016), Pulau Jawa masih mendominasi dengan 60,74 persen usaha.
Sementara itu, wilayah Bali dan Nusa Tenggara menyumbang sekitar 5,68 persen dari total usaha nasional.
Dari sisi kategori, sektor perdagangan dan reparasi kendaraan masih menjadi motor utama dengan pangsa 46,17 persen, disusul sektor akomodasi dan penyediaan makan minum sebesar 16,72 persen.
Fokus pada Ekonomi Masa Depan
Wahyudin menjelaskan bahwa SE2026 tidak hanya sekadar menghitung jumlah unit usaha, tetapi juga memotret karakteristik usaha modern.
Snapshot SE2026 akan mencakup aspek-aspek krusial seperti: Ekonomi Digital, Ekonomi Hijau, dan Ekonomi Biru. Struktur ekonomi dan skala usaha. Kinerja dan daya saing usaha. Permodalan serta investasi.
Sensus ini nantinya akan mencakup seluruh jenis usaha, mulai dari skala mikro, kecil, menengah, hingga besar. Namun, terdapat pengecualian untuk kategori sektor Pertanian, Kehutanan, Perikanan (Kategori A), Administrasi Pemerintahan (Kategori O), serta Aktivitas Rumah Tangga sebagai Pemberi Kerja (Kategori T)
Ajakan Partisipasi
Pelaksanaan SE2026 akan dilakukan di seluruh wilayah Indonesia sepanjang tahun 2026. Masyarakat dan pelaku usaha diharapkan mulai menyiapkan informasi dasar terkait usaha atau perusahaan mereka.
"Kami menghimbau para pelaku usaha untuk memberikan jawaban yang jujur dan apa adanya kepada petugas, atau bisa juga mengisi kuesioner secara mandiri melalui jalur online yang disediakan," pungkas Wahyudin menekankan pentingnya partisipasi publik demi data yang berkualitas.
Editor : Redaksi Lombok Post Online