Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Waspada Hantavirus, Kapal Pesiar dan Penyeberangan Diawasi Ketat dan Wajib Pasang Rat Guard

Yuyun Kutari • Selasa, 12 Mei 2026 | 05:49 WIB
TRANSPORTASI LAUT: Kapal penyeberangan yang beroperasi di lalu lintas Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat, menuju Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, beberapa waktu lalu. (YUYUN/LOMBOK POST)
TRANSPORTASI LAUT: Kapal penyeberangan yang beroperasi di lalu lintas Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat, menuju Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, beberapa waktu lalu. (YUYUN/LOMBOK POST)

LombokPost - Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas 1 Mataram memperketat kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus.

Ketua Tim Kerja 4 BKK Kelas 1 Mataram dr Ferry Wardhana mengatakan, pihaknya memperketat pengawasan di seluruh pelabuhan penyeberangan hingga kapal pesiar yang bersandar di wilayah NTB.

Tujuannya untuk mencegah masuknya tikus yang menjadi sumber penularan penyakit tersebut. “Memang sekarang kita lagi mengetatkan pengawasan terhadap kapal, terutama untuk melihat tikus. Karena Hantavirus ini menular dari tikus,” jelasnya, Senin (11/5). 

Ia menjelaskan, Hantavirus sebenarnya bukan penyakit baru. Namun perhatian terhadap penyakit ini meningkat setelah muncul kasus kematian di kapal pesiar, kemudian diikuti penelusuran kontak penumpang pesawat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan serius, mengenai wabah hantavirus pada awal bulan ini.

“Karena di kapal pesiar itu ada yang meninggal. Lalu ada satu orang penumpang dari kapal pesiar itu naik pesawat dan akhirnya meninggal juga. Penumpang di pesawat itu sekarang sedang dilakukan tracing,” beber Ferry.   

Baca Juga: Outbreak Hantavirus: Alarm Baru Kesehatan Maritim Global

Tikus juga merupakan hewan pembawa berbagai penyakit berbahaya selain Hantavirus, seperti leptospirosis, pes, dan tifus. Penularannya dapat terjadi melalui urine, kotoran, kutu, maupun pinjal tikus.

“Kalau dari kencingnya itu leptospirosis sama hanta. Kalau dari kutunya itu pes. Jadi memang banyak sekali penyakit yang dibawa tikus,” katanya. 

Sebagai langkah pencegahan, seluruh kapal diwajibkan memasang rat guard saat bersandar di pelabuhan. Ini merupakan alat berbentuk piringan lingkaran yang dipasang pada tali tambat kapal.

Gunanya mencegah tikus naik maupun turun dari kapal. “Semua kapal kalau masuk ke darat wajib memasang rat guard. Itu sebenarnya sudah lama diberlakukan, cuma sekarang kami mengingatkan lagi,” kata Ferry.

Selain pelabuhan, pengawasan juga dilakukan di bandara setelah muncul laporan dua warga Singapura yang terjangkit hantavirus.

Meski demikian, Ferry menyebut pemeriksaan di bandara masih dilakukan seperti biasa melalui pemantauan suhu tubuh penumpang. 

Baca Juga: Penumpang Diduga Terpapar sebelum Berlayar, Hantavirus yang Serang Kapal Pesiar Diduga dari Argentina

Gejala awal Hantavirus umumnya menyerupai flu biasa, seperti demam, batuk, pilek, dan nyeri badan. Tetapi jika kondisi memburuk, penderita dapat mengalami sesak napas akibat paru-paru dipenuhi cairan. 

Ia menyebut tingkat kematian akibat Hantavirus berkisar 13 hingga 20 persen. Karena itu, pengawasan terhadap kapal penumpang, bahkan kapal pesiar yang masuk ke NTB dilakukan secara ketat.

Untuk mengantisipasi kemungkinan kasus di NTB, BKK Kelas 1 Mataram telah menyiapkan ruang karantina dan isolasi. Pasien yang sakit akan dirujuk ke rumah sakit, sedangkan kontak erat akan menjalani karantina. 

Adapun masa inkubasi hantavirus berkisar 12-14 hari. Namun ia menilai peluang penyakit ini menjadi pandemi masih kecil karena penularan antarmanusia sangat jarang terjadi. 

“Penularan dari manusia ke manusia itu sangat jarang. Tidak semasif influenza atau Covid-19,” ujarnya. 

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kayangan Erlisetya Wahyudi mengatakan, pihaknya bergerak cepat menyikapi isu Hantavirus. Seluruh kapal ASDP yang beroperasi di lalu lintas Kayangan-Pototano, telah diingatkan untuk segera meningkatkan langkah pencegahan. “Untuk kapal-kapal ASDP, saya ingatkan untuk segera antisipasi,” katanya. 

Baca Juga: Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Tewaskan Tiga Orang Kini 149 Penumpang Diisolasi Dalam Kabin, Pemerintah Spanyol dan Inggris Siapkan Penanganan Cepat

Selain pengawasan terhadap potensi keberadaan tikus, ASDP juga memastikan kebersihan kapal tetap dijalankan secara rutin setiap hari. Erlisetya menyebut, pembersihan harian menjadi bagian wajib operasional kapal demi menjaga standar kesehatan dan kenyamanan penumpang. 

ASDP juga meningkatkan pelayanan pengelolaan sampah di pelabuhan sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Upaya ini merupakan tindak lanjut dari anjuran BKK Kelas 1 Mataram, mewujudkan pelabuhan sehat dan bebas dari risiko penularan penyakit.

 

Editor : Akbar Sirinawa
#hantavirus #penularan penyakit #pelabuhan penyeberangan #kapal #NTB