Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

TPID NTB Soroti Perubahan Pola Beli LPG yang Memicu Panic Buying Masyarakat

Yuyun Kutari • Jumat, 22 Mei 2026 | 06:33 WIB
FAKTA LAPANGAN: Asisten II Setda NTB Lalu Mohammad Faozal (kiri) bersama TPID NTB, melakukan sidak ke salah satu pangkalan LPG, di Kota Mataram, Kamis (21/5). (IST/LOMBOK POST)
FAKTA LAPANGAN: Asisten II Setda NTB Lalu Mohammad Faozal (kiri) bersama TPID NTB, melakukan sidak ke salah satu pangkalan LPG, di Kota Mataram, Kamis (21/5). (IST/LOMBOK POST)

LombokPost - Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Iduladha 1447 Hijriah, Pemprov bersama sejumlah instansi terkait yang tergabung di Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) NTB, melakukan pemantauan harga serta ketersediaan stok dan pasokan bahan pokok di pasar Induk Mandalika, dan pasar Kebon Roek, Kota Mataram, Kamis (21/5).

Pemantauan tersebut dipimpin langsung Asisten II Setda NTB Lalu Mohammad Faozal. Selain memantau bahan pokok, salah satu yang menjadi fokus perhatian dalam sidak kali ini adalah ketersediaan, dan pola konsumsi LPG 3 kilogram (kg) di tingkat pangkalan. “Kami cek LPG di pangkalan, stok relatif stabil,” ujarnya.

Namun, mantan Pj Sekda NTB tersebut tidak menampik, adanya dinamika di tengah masyarakat yang memicu kesan kelangkaan, akibat perubahan pola pembelian yang berlebihan (overestimate).

“Ini memang karena kebutuhan jadi ada case tersendiri, menurut Kadis Perindustrian, karena masyarakat sudah mulai overestimate terhadap ketersediaan,” bebernya.

Baca Juga: Pertamina Tambah 89 Ribu Tabung LPG 3 Kg di NTB Selama Long Weekend, Warga Diminta Tak Panic Buying

Faozal menjelaskan faktor psikologis menghadapi hari raya memicu perilaku panic buying. Banyak rumah tangga yang secara mendadak menambah stok tabung gas mereka di rumah, meskipun konsumsi riil tidak mengalami lonjakan sebesar itu. 

Perubahan perilaku konsumen inilah yang kemudian memberikan tekanan pada distribusi di tingkat hilir.

“Jadi di rumah itu biasanya dua tabung, sekarang sudah jadi empat tabung, dia habis dua tabung, dia beli lagi empat tabung,” ungkap Faozal.

Kondisi yang terjadi saat ini, bukan disebabkan oleh kelangkaan stok LPG, melainkan perubahan pola pembelian masyarakat akibat kekhawatiran berlebihan terhadap ketersediaan barang, sehingga memicu aksi membeli dalam jumlah lebih banyak dari biasanya.

“Pola beli masyarakat sudah berubah, karena ada psikologis ketersediaan, itu panik,” ujarnya.

Diakhir sidak, Faozal mengatakan secara umum fluktuasi harga di pasar tradisional Kota Mataram, masih dalam batas wajar dan tidak ditemukan lonjakan harga yang ekstrem.

Baca Juga: Harga LPG Subsidi Bikin Menjerit, Mahasiswa Lobar Ingatkan Pemkab Beri Atensi Serius

Sekaligus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan, karena stok LPG dipastikan masih mencukupi hingga Iduladha, dan terus mengawal dan mengontrol rantai pasok bersama pihak kepolisian dan instansi terkait.

“Pemerintah hadir di tengah masyarakat hari ini untuk memastikan kontrol dan mengecek kestabilan pasokan, baik LGP maupun bahan pokok lainnya,” tandas Faozal.

Kasubdit I Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Muhammad Nasrullah menegaskan pihak kepolisian telah turun langsung ke lapangan untuk menyisir potensi adanya penimbunan.

“Kalau yang dicurigai katanya ada gas LPG penimbunan ada, tapi sampai saat ini memang kami belum menemukan,” terangnya.

Ditreskrimsus Polda NTB juga memberikan imbauan, kepada para pengecer maupun agen LPG, agar memperketat pengawasan penjualan kepada masyarakat. 

Salah satu langkah yang bisa diterapkan, yakni pembatasan pembelian LPG maksimal dua tabung per KTP guna mencegah penumpukan stok oleh oknum tertentu. 

“Tiap gen untuk lebih memverifikasi lagi pembeli, tidak boleh membeli lebih dari dua per KTP,” katanya. 

Baca Juga: Jaga Daya Beli Jelang Iduladha, TPID NTB Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Stabilitas Harga

Kompol Nasrullah juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan, karena stok LPG di NTB dipastikan masih tersedia.

Pihak kepolisian juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang menemukan indikasi penimbunan, ataupun penyalahgunaan distribusi LPG. 

“Dan bagi masyarakat yang menemukan, silakan nanti langsung datang ke kantor kami di Ditreskrimsus Polda NTB untuk menindaklanjuti. Kami secara terbuka untuk menerima laporan,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas ESDM NTB Niken Arumdati mengatakan pemerintah telah menetapkan alokasi kuota LPG untuk NTB pada tahun 2026 sebesar 130.802 Metrik Ton (MT).

Secara akumulatif, Pulau Lombok mendapatkan porsi kuota yang sangat besar, yakni mencapai 99.723 MT atau sekitar 76,2 persen. “Kalau Pulau Sumbawa mendapatkan total alokasi sebesar 31.079 MT,” tegasnya.

Ia menyebut ketersediaan masih dalam kondisi aman karena rata-rata, realisasi penyaluran hingga Mei masih berada di kisaran 40 persen.

Baca Juga: Stok Gas Melon di Lobar Dipastikan Aman, Kenaikan Harga Dipicu Permintaan dan Biaya Distribusi

Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan pada hari libur nasional hingga Iduladha pada 27 Mei mendatang, Dinas ESDM  NTB telah berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga.

“Ada pengalokasian kuota penuh pada hari libur nasional maupun pelaksanaan extra dropping,” jelasnya.

Selain itu, Dinas ESDM NTB bersama Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas tetap melakukan pengawasan untuk memastikan kelancaran distribusi energi kepada masyarakat.

Editor : Akbar Sirinawa
#lpg #iduladha #Pemprov NTB #Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) #panic buying