LombokPost - Komitmen Pemprov NTB dalam mempercepat penurunan angka stunting di Bumi Gora terus dipacu. Langkah taktis diambil Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) NTB dengan memboyong rombongan lintas sektor untuk menggelar studi tiru langsung ke Pemerintah Kota Jogjakarta, sebuah wilayah yang dinilai sukses menjadi role model nasional dalam menekan angka stunting secara masif.
Rombongan studi tiru untuk menekan angka stunting ini dipimpin langsung Ketua BKOW NTB sekaligus Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri. Menegaskan pentingnya sinergi, figur yang akrab disapa Umi Dinda tersebut didampingi barisan ketua GOW dari Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, dan Sumbawa, serta dinas teknis seperti Kepala Dinas Kesehatan NTB dan Kepala Dinas Sosial P3A NTB demi merumuskan formula terbaik penanganan kasus stunting.
Ketua BKOW NTB Indah Dhamayanti Putri menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah strategis menyerap ilmu dari daerah lokus yang berhasil memangkas prevalensi stunting. "Kami di NTB harus bergerak progresif. Jogjakarta dipilih karena capaian penurunan angka stunting di sini sangat signifikan, terstruktur, dan berbasis data yang valid, sehingga sangat krusial untuk kita replikasi di NTB," ujar Umi Dinda di sela-sela pertemuan.
Baca Juga: Target Penurunan Stunting, BKOW NTB Studi Tiru ke Mojokerto
Kedatangan jajaran BKOW NTB ini disambut hangat PLT Sekda Kota Jogjakarta, Edy Budiono, yang didampingi sejumlah jajaran OPD terkait. Budiono memaparkan bahwa keberhasilan penurunan angka stunting tersebut berakar dari komitmen total kepala daerah yang turun langsung memetakan intervensi di setiap wilayah lokus stunting.
Tak hanya kuat di tataran kebijakan makro, Jogjakarta juga memperkuat intervensi mikro melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang disalurkan secara konsisten dan berkesinambungan. Kerja keras yang terintegrasi dari hulu ke hilir ini terbukti ampuh memangkas angka stunting secara radikal hanya dalam kurun waktu satu tahun, dari semula 14 persen terjun bebas menuju angka 8 persen.
Menjelang akhir agenda kunjungan BKOW NTB, Wali Kota Jogjakarta Hasto Wardoyo turut hadir memberikan pemaparan komprehensif. Salah satu amunisi utama percepatan penurunan angka stunting di wilayahnya adalah pengalokasian anggaran khusus sebesar Rp 120 juta untuk masing-masing dari 45 kelurahan se-Kota Jogjakarta.
Di hadapan pengurus BKOW NTB, Hasto menekankan bahwa upaya mencegah stunting esensinya harus dimulai jauh sebelum pernikahan, yakni pada fase pra-konsepsi. Pihaknya mengampanyekan agar calon pengantin lebih memprioritaskan pemeriksaan kesehatan pra-konsepsi ketimbang biaya foto pre-wedding, demi memastikan kesiapan reproduksi dan menjamin kelahiran generasi masa depan yang bebas dari ancaman stunting.
Baca Juga: Perkuat Sinergi, BKOW NTB Adopsi Strategi Pemberdayaan Perempuan dari Jawa Timur
Menanggapi paparan tersebut, Ketua BKOW NTB Indah Dhamayanti Putri mengaku sangat optimistis formula ini bisa diadaptasi di NTB. "Satu poin penting yang kami petik adalah pentingnya intervensi anggaran berbasis kelurahan atau desa, serta edukasi pra-konsepsi bagi calon pengantin. BKOW NTB bersama GOW di kabupaten/kota akan mengawal ketat strategi ini agar angka stunting di NTB bisa ditekan secara drastis," pungkas Dinda.
Editor : Pujo Nugroho